Bang Azran Turun Tangan Langsung Kawal Pemulangan Bintang Amelia Nengsih, Korban TPPO di Kamboja

Bagikan ke orang lain :

Jakarta ! Uritanet.com –

Tragedi kemanusiaan yang menimpa pekerja migran non-prosedural kembali mengetuk nurani publik Ibu Kota. Achmad Azran, Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum DPP FORKABI, turun tangan langsung mengawal pemulangan Bintang Amelia Nengsih (20), warga Jakarta Utara yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok lowongan kerja di Kamboja.

Langkah cepat senator yang akrab disapa Bang Azran ini menjadi angin segar bagi kepastian keselamatan Bintang, yang dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat, 14 Agustus 2026. Seluruh pembiayaan akomodasi, transportasi, penjemputan, hingga pengawalan pemulangan menuju rumah duka secara penuh ditanggung oleh Bang Azran.

Jerat Kemiskinan dan Tipu Daya Pekerjaan Fiktif

Pengalaman pahit yang dialami Bintang bermula dari kondisi ekonomi keluarga yang amat memprihatinkan. Demi menyambung hidup orang tua dan adik-adiknya, Bintang terpaksa mengubur impian menuntaskan pendidikan.

Melalui komunikasi tertulis, Bintang mengungkapkan keputusasaannya saat menyaksikan penderitaan keluarganya di Jakarta Utara.

“Saya putus sekolah karena ekonomi dan ingin membantu orang tua. Waktu itu adik-adik saya tidak ada yang makan dan jajan. Mereka sampai hanya makan nasi kering selama seminggu. Saya tidak tega melihat mereka seperti itu,” ungkap Bintang.

Dorongan kemanusiaan untuk membebaskan keluarga dari kelaparan memicu Bintang menerima penawaran kerja dari seorang rekan yang menjanjikan posisi di Taiwan. Berbekal kepolosan dan niat tulus, Bintang mengurus paspor lalu berangkat menuju lokasi tujuan. Namun, janji manis itu berubah menjadi intimidasi ketika ia menyadari keberadaannya justru berada di Kamboja, bukan Taiwan.

Saat berusaha menolak dan meminta dipulangkan, Bintang justru diancam nota denda sebesar Rp35 juta oleh pihak perusahaan. Ketiadaan biaya memaksa Bintang bertahan di bawah tekanan, hingga sebuah penggerebekan memberi celah baginya untuk melarikan diri meski dokumen kependudukan seperti paspor masih ditahan penipu.

Selamatkan Anak Bangsa

Mengetahui kondisi pelik yang dihadapi warga Jakarta Utara tersebut, Bang Azran langsung menginstruksikan timnya untuk mengambil langkah penyelamatan progresif. Bagi Bang Azran, penderitaan yang dialami Bintang adalah penderitaan seluruh warga Jakarta yang wajib diselesaikan oleh wakil rakyatnya.

“Ini anak Jakarta Utara, anak kita juga. Dia berangkat dengan niat yang sangat sederhana, ingin membantu orang tua dan adik-adiknya. Karena itu, ketika dia justru terjebak dalam situasi seperti ini, kita harus hadir. Yang paling penting sekarang adalah menyelamatkan Bintang dan memastikan dia pulang dengan selamat,” tegas Bang Azran saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.

Bang Azran juga menyoroti maraknya modus penipuan kerja luar negeri yang menyasar anak muda beritikad baik. Ia menegaskan bahwa kejahatan yang memanfaatkan kerentanan ekonomi masyarakat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Bintang tidak pergi untuk mencari kesenangan. Dia pergi karena ingin melihat keluarganya makan dengan lebih layak. Justru niat baik seperti ini yang jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. InsyaAllah kita kawal sampai dia benar-benar kembali ke rumah,” tambahnya.

Harapan Baru dan Pesan Edukasi Bagi Generasi Muda

Bagi Bintang, kepulangannya ke tanah air bukan sekadar melarikan diri dari cengkeraman penipu di Kamboja, melainkan momen pemulihan martabat dan kerinduan mendalam kepada sang ibu serta adik-adiknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bang Azran yang sudah membantu saya. Saya dari awal sebenarnya ingin pulang karena takut dan tidak tahu harus bagaimana. Saya hanya ingin kembali ke rumah, bertemu orang tua dan adik-adik saya,” kata Bintang penuh haru.

Pengalaman traumatik ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta. Bintang berharap tidak ada lagi anak muda yang terbujuk rayuan kerja di luar negeri tanpa verifikasi legalitas yang jelas.

Kisah perjuangan Bintang Amelia Nengsih memancarkan pesan yang sangat jernih: kepedulian nyata dan kepemimpinan yang tanggap adalah benteng terakhir bagi rakyat yang terperosok dalam ketidakadilan.

Kehadiran Bang Azran dalam menuntaskan kepulangan anak Jakarta Utara ini bukan sekadar bantuan logistik, melainkan penegakan martabat kemanusiaan yang membuktikan bahwa tak satupun warga Jakarta akan dibiarkan berjuang sendirian di negeri orang.

)**Tjoek / Foto: Istimewa

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *