Jakarta ! Uritanet.com –
Nursing First Aid Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (NuFA FIK UI) menyelenggarakan kegiatan Turun Lapangan Sosial (TURSOS) NuFA FIK Ul 2026 bertajuk SEJAGA (Sebar Edukasi Jaga Gawat Darurat Anak) di Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/07 2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 anak dan 18 orang tua dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada anak. Project Officer TURSOS NUFA FIK UI 2026, Sarah Alifa Hadrian, menjelaskan bahwa Kelurahan Cakung Barat dipilih karena sesuai dengan sasaran kegiatan yang berfokus pada anak anak.

“Kelurahan Cakung Barat memiliki lingkungan permukiman yang padat dan banyak anak anak. Hal tersebut sesuai dengan tujuan TURSOS NUFA FIK UI 2026 karena target utama intervensi kami adalah anak anak,” ujarnya.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pihak Kelurahan Cakung Barat serta perwakilan NuFA FIK UI. Perwakilan Kelurahan Cakung Barat mengapresiasi antusiasme anak anak dan para orang tua pendamping yang mengikuti rangkaian kegiatan SEJAGA.
Dalam sambutannya, pihak kelurahan menekankan pentingnya pembekalan edukasi pertolongan pertama dan penanganan kegawatdaruratan sejak dini. Edukasi tersebut dinilai penting untuk membangun kesiapsiagaan dan ketangguhan anak maupun pendamping dalam merespons situasi darurat di lingkungan sekitar secara cepat dan tepat.

Selanjutnya, peserta mengikuti edukasi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada anak yang disampaikan oleh Ns. Robiyatul Adawiyah, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.A. Materi disampaikan secara interaktif melalui video simulasi, pemaparan materi, dan sesi tanya jawab.
Menurut Ns. Robiyatul, kegiatan TURSOS memiliki nilai penting karena tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga membekali anak dan keluarga dengan keterampilan pertolongan pertama yang dekat dengan kejadian sehari hari.
“Anak dan keluarga sering menjadi orang pertama yang berada di lokasi ketika kondisi darurat terjadi. Melatih mereka sebagai first responder atau garda terdepan merupakan bentuk edukasi yang sangat bermakna,” jelasnya.

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, panitia menerapkan metode pembelajaran berbasis permainan sehingga anak anak dapat memahami materi dengan cara yang menyenangkan. Peserta juga menerima Buku SEJAGA sebagai media edukasi yang dapat dipelajari kembali bersama keluarga.
Sebagai bentuk evaluasi, peserta mengerjakan pre test dan post test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata rata nilai dari 90 pada pre test menjadi 92,38 pada post tesi. Panitia juga membagikan Buku SEJAGA sebagai media edukasi yang dapat digunakan peserta untuk mempelajari kembali materi pertolongan pertama bersama keluarga di rumah.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ibu Ully selaku Kader Posyandu Dasawisma menilai SEJAGA memberikan manfaat bagi orang tua maupun anak anak.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan mengedukasi untuk kami sebagai orang tua maupun anak anak. Acaranya menarik dan semoga kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan karena manfaatnya dapat dirasakan oleh orang tua dan anak,” ujar Ibu Ully.
Dosen pembimbing TURSOS NUFA FIK UI 2026, Ns. Astuti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.A., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, mahasiswa telah menunjukkan kemampuan kerja sama, koordinasi, kreativitas, serta tanggung jawab yang baik meskipun masih berada pada tahap awal pendidikan.
“Mahasiswa menunjukkan sikap profesional, kolaboratif, adaptif, dan bertanggung jawab. Mereka juga mampu mengutamakan kenyamanan dan kebutuhan penerima manfaat, khususnya anak anak dan ibu, serta membangun koordinasi yang baik dengan dosen, narasumber, dan pihak eksternal,” ungkapnya.

Sarah berharap kegiatan TURSOS NUFA FIK UI 2026 dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga TURSOS mampu membawa banyak manfaat bagi masyarakat di sekitar Cakung, berbagai pihak, maupun panitia. Semoga semua orang yang terlibat dapat bahagia karena telah turut serta dalam kegiatan TURSOS NuFA FIK UI 2026,” tuturnya.
Melalui SEJAGA, NuFA FIK UI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pertolongan pertama serta memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan pada anak.
**) Tim Nursing First Aid Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (NuFA FIK UI) / Foto: Dokumentasi Panitia
