PT Heinz ABC Indonesia Kembali Lanjutkan Tanam 1.000 Pohon, Dukung KHDTA di Jawa Timur

Share Article :

Uritanet, Pasuruan –

PT Heinz ABC Indonesia (ABC) kembali melanjutkan program penanaman 1.000 pohon guna mendukung Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA), khususnya di wilayah Jawa Timur. Dan kali ini berkolaborasi dengan Yayasan Cempaka di daerah tangkapan air Curah Tangkil, Desa Dayurejo Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (8/5).

Inilah komitmen terhadap konservasi air dan lingkungan yang menjadi bagian dari pilar Environment Stewardship dalam tiga fokus utama Environment Social Governance (ESG), yang diusung oleh PT Heinz ABC Indonesia (ABC) sebagai bagian dari tujuan membangun bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.

Perlu diketahui, program ini terus berlanjut sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab Perusahaan terhadap lingkungan, dimana sejak 2018 lalu, PT Heinz ABC Indonesia (ABC) telah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk menanam setidaknya 4.000 pohon di berbagai kawasan Daerah Tangkapan Air untuk mendukung konservasi hutan dan mata air.

“Sejak awal beroperasi di tahun 1996, Pabrik Heinz ABC Indonesia di Pasuruan berkomitmen menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Bersama sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan. Dan tahun ini kami meneruskan program penanaman 1.000 pohon, sebagai bagian dari upaya bersama memelihara sumber mata air bagi masyarakat. Kami berkomitmen untuk melakukan penanaman pohon ini secara berkala hingga setidaknya sepuluh tahun kedepan. Semoga upaya kolektif ini dapat menghadirkan dampak baik, tidak hanya bagi konservasi lingkungan, tapi juga bagi para petani dan kehidupan masyarakat setempat.” demikian jelas Hendry Pranadjaya Oeswadi, Pasuruan Plant Manager Kraft Heinz Indonesia.

Sementara Sarifudin Lathif, selaku Direktur Yayasan Cempaka menambahkan bahwa, “Tahun ini, ada 1.000 bibit tanaman yang kembali kami tanam bersama PT Heinz ABC Indonesia (ABC), dimana sebagaian besar merupakan jenis tanaman buah, seperti Alpukat, Durian, Kopi, Kayu Manis, serta tanaman lokal seperti Pohon Sintok. Selain untuk tujuan konservasi area resapan air, juga diharapkan meningkatkan perekonomi petani dan masyarakat dengan sistem agroforestri.”

Baca Juga :  Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif Gelar Bimbingan Teknis dan Workshop Online ADWI 2021

Kegiatan penanaman ini dalam pelaksanaannya berbentuk kolaboratif multi-pihak, dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari PT Heinz ABC Indonesia (ABC) sebagai pelaku usaha, sekaligus pemrakarsa dan kontributor pendanaan, dan Yayasan Campaka sebagai LSM Lingkungan dan Pemberdayaan Sosial sebagai mitra pelaksana utama, yang disupervisi langsung dibawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Kab. Pasuruan.

Sekaligus, kegiatan juga melibatkan Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Pasuruan, yang akan terlibat langsung dalam penentuan lokasi konservasi, monitoring, dan evaluasi program. Disamping juga melibatkan Kelompok Petani Pengelola Hutan Desa yang akan membantu pelaksanaan di lapangan, mulai dari pengadaan bibit, penanaman, perawatan, serta penjagaan pohon yang ditanam.

Keterangan Foto : PT Heinz ABC Indonesia (ABC) melalui pabriknya di Pasuruan kembali melanjutkan Program Penanaman 1.000 Pohon untuk mendukung kegiatan Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA) di area tangkapan air Curah Tangkil, Desa Dayurejo, Kab. Pasuruan. Jawa Timur. Program ini merupakan kolaborasi antara PT Heinz ABC Indonesia (ABC) sebagai pemrakarsa, Yayasan Campaka sebagai mitra pelaksana utama, serta Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Pasuruan, yang terlibat dalam penentuan lokasi, monitoring, dan evaluasi. Tampak Hendry Pranadjaja Oeswadi, Pasuruan Plant Manager Heinz ABC Indoensia (kini) ikut serta dalam kegiatan penanaman, bersama dengan Ahmad Zainul Arifin, SP, MP., Sekretaris Forum DAS DLH Kab.Pasuruan dan Sarifudin Lathif, Direktur Yayasan Cempaka (tengah). Sejak 2018 lalu, PT Heinz ABC Indonesia (ABC) telah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan sudah menanam setidaknya 4.000 pohon di berbagai kawasan Daerah Tangkapan Air untuk mendukung konservasi hutan dan mata air. Sebagaian besar tanaman merupakan jenis tanaman buah, seperti: Alpukat, Durian, Kopi, Kayu manis, yang diharapkan dapat mendukung konservasi resapan air sekaligus turut meningkatkan perekonomi petani dan masyarakat dengan sistem agroforestri (ist).

Sugito selaku Ketua Pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa Lokajaya Binangun, Desa Dayurejo, pun menyambut baik kegiatan ini.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik. Keterlibatan para pemangku kepentingan, khususnya kelompok masyarakat setempat merupakan hal yang sangat penting, sehingga tidak hanya masyarakat dapat menikmati manfaat dari hasil panen untuk peningkatan kesejahteraan, tapi mereka juga ikut aktif memelihara pertumbuhan pohon pohon ini secara optimal”, ungkapnya.

Sedangkan Muhamad Muhsin, perwakilan Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Pasuruan, menegaskan bahwa melalui hasil monitoring didapati bahwa kegiatan rutin penananam pohon di daerah tangkapan air Curah Tangkil ini telah berkontribusi terhadap kestabilan debit mata air Curah Tangkil. Dimana dulunya sumber mata air hanya mengalir pada saat musim hujan.

Baca Juga :  FFWI XIII 2023 : Dihadiri Erlangga Hartarto, Film Qodrat dan Star Syndrome Bikin Kejutan, Lifetime Achievement Untuk Widyawati dan FX Mulyadi

Maka setelah dilakukan konservasi, debit mata air mengalir hingga 60 liter/menit di musim hujan dan terus mengalir hingga 18 liter/menit pada saat musim kemarau. Kondisi ini sangat berarti bagi setidaknya 86 petani hutan setempat yang menggunakan sumber mata air Curah Tangkil sebagai sumber air bagi irigasi, dan ternak mereka di Desa Dayurejo, lanjut Muhamad Muhsin.

Disisi lain, guna memastikan kondisi pohon tetap terpantau dengan baik, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dua tahap setiap tahunnya. Monitoring tahap pertama dilakukan pada saat paska penanaman berupa pendataan dan pemasangan label tanam. Monitoring tahap kedua, yakni 6 bulan paska penanaman untuk menghitung tingkat pertumbuhan pohon.

Dan seluruh kegiatan pendataan dan pengukuran dilakukan menggunakan teknologi aplikasi digital BumiBaik, yang memberikan informasi label pohon, foto pohon, titik koordinat penanaman, hingga pertumbuhan pohon dalam bentuk laporan dan peta (maps) secara digital.

)***Tjoek

Share Article :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *