Kodim 0913/PPU : Stunting di Kabupaten PPU Cukup Tinggi Jadi Upaya Penurunan

Uritanet, – Angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), cukup tinggi terutama untuk wilayah Kecamatan Sepaku yang saat ini menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Upaya penurunan angka stunting di PPU ini, turut diupayakan Kodim 0913/PPU. Hal itu terlihat dari pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting, yang akan memberikan sosialisasi terkait stunting serta pemberian bantuan berupa makanan bergizi kepada anak- anak yang terindikasi stunting.

Dandim 0913/PPU Letkol Inf Arfan Affandi mengatakan, upaya ini dilakukan sebab angka stunting di PPU cukup tinggi. Berdasarkan pendataan yang dilakukan selama tahun 2022 tercatat ada sebanyak 897 kasus stunting di PPU,dan terbanyak berada di Sepaku yakni sebanyak 378 kasus.

“Terkait dengan pendataan 2022 di PPU jumlah kasus stunting mencapai 897, angka tertinggi ada di Kecamatan Sepaku,”ungkap Dandim 0913/PPU (29/09). Dan kondisi ini menjadi perhatian lantaran Sepaku merupakan salah satu kecamatan paling jauh dari ibu kota Kabupaten PPU,serta merupakan IKN.

Sehingga generasi mudanya harus dipersiapkan agar bisa terlibat dalam proses pemindahan IKN ini. Dengan adanya fenomena IKN, maka harus menghadirkan generasi yang memang kuat, paparnya.

Penyebab tingginya kasus stunting berdasarkan analisa kedokteran karena pola asuh dan pola hidup orang tua, sejak sang anak masih dalam kandungan. Kurangnya asupan gizi dan makanan sehat yang dikonsumsi ibu saat dalam kondisi hamil,menyebabkan anak lahir dalam kondisi stunting.

“Memang kalau dari analisa kedokteran bahwa stunting itu disebabkan oleh pola asuh sejak dalam masa kandungan,”jelasnya.

Untuk itu, pihaknya bersama Pemerintah Daerah serta jajaran Forkopimda terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Upaya lain yang dilakukan yakni, ratusan anak yang terindikasi stunting juga telah diberikan bantuan berupa makanan bergizi,oleh Kodim 0913/PPU.

“Upaya pencegahan salah satunya yakni melakukan sosialisasi dengan pihak terkait,juga melakukan sosiliasi secara mandiri ke desa desa untuk pencegahan,” pungkasnya.

)***

Komentar