Banten ! Uritanet.com –
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui FIK UI Mengabdi 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (BEM FIK UI). Program ini berlangsung selama empat hari, pada 16-19 Juli 2026, di Desa Binong, Kecamatan Pamarayan, Banten.
Mengusung tema “Sinergi Kolaborasi dalam Perkuat Aksi: Wujudkan Budaya Sehat dan Lindungi Generasi”, FIK UI Mengabdi 2026 bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui edukasi yang interaktif dan aplikatif. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita, siswa UPT SDN Asem, serta masyarakat umum di Desa Binong.
Sebelum pelaksanaan program, tim FIK UI Mengabdi 2026 melaksanakan observasi lapangan pada April 2026 untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan masyarakat serta kebutuhan yang ada di Desa Binong.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kader kesehatan di desa tergolong aktif dan koordinasi dengan perangkat desa telah berjalan. Namun, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan masih perlu ditingkatkan karena sebagian besar warga lebih berfokus pada aktivitas pekerjaan dan pemenuhan kebutuhan ekonomi.
Berdasarkan hasil tersebut, tim menyusun rangkaian intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, meliputi edukasi mengenai gizi ibu dan anak, MPASI, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pertolongan pertama, bahaya paparan asap rokok, penanganan gigitan ular tanah, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pada hari pertama, sebanyak 37 panitia dan 10 volunteer tiba di Desa Binong dan melaksanakan koordinasi bersama Sekretaris Desa, kader kesehatan, Posyandu, serta Kepala Desa Binong, Ibu Iyat Suryati. Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendapat dukungan dari berbagai pihak di desa.

Memasuki hari kedua, tim melaksanakan intervensi MAMASIGAP (Masa Siaga dan Gizi Penuh) yang ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu dengan balita. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Project Officer FIK UI Mengabdi 2026, perwakilan BEM FIK UI, serta Kepala Desa Binong.
Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak yang disampaikan oleh Bidan Ela Irianawati. Materi yang diberikan mencakup pemenuhan gizi selama kehamilan, pemberian ASI, MPASI, serta tumbuh kembang anak.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, Focus Group Discussion (FGD) mengenai nutrisi dan MPASI, serta kegiatan Grebek Pasar Sehat.
Pada sesi edukasi, Bidan Ela juga meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa nanas menyebabkan keguguran dan ASI pertama tidak layak diberikan kepada bayi. Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari penggunaan gawai saat menyuapi anak serta rutin membawa balita ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang dan imunisasi.
“Sejak masa kehamilan hingga menyusui, peran ibu sangat dibutuhkan. Harapan ke depannya, ibu-ibu jangan cuma pas hamil saja rajin ke Posyandu, tapi pada saat lahir bayinya nanti juga sering diajak ke Posyandu,” ujar Bidan Ela Irianawati.

Pada hari ketiga, kegiatan berlanjut melalui intervensi SIGAP CILIK (Siswa Siaga Pertolongan Pertama dan Lingkungan Kreatif) yang dilaksanakan di UPT SDN Asem. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan pendampingan panitia dan volunteer di setiap kelas.
Edukasi difokuskan pada bahaya paparan asap rokok, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta dasar-dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K).
Kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan edukasi “Pahlawan Anti Asap”, penyampaian materi PHBS dan P3K, serta demonstrasi praktik, termasuk praktik memotong kuku sebagai bagian dari penerapan PHBS.
Selain itu, siswa juga mengikuti berbagai aktivitas kreatif, seperti menghias kelas dan pojok baca, membuat zine bagi siswa kelas atas, serta mengikuti outdoor games yang bertujuan memperkuat pemahaman mereka mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Seluruh rangkaian kegiatan pun ditutup dengan post-test, penyerahan hadiah, dan sesi dokumentasi bersama.
Rangkaian FIK UI Mengabdi 2026 ditutup melalui Pesta Sehat Desa Binong yang melibatkan masyarakat secara luas. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai penanganan gigitan ular tanah oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan bahaya paparan asap rokok.
Materi disampaikan melalui sesi pemaparan, tanya jawab, serta demonstrasi praktik agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.
FIK UI Mengabdi 2026 terlaksana atas dukungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) Universitas Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh Mom Uung, Cussons Baby, Tentang Anak, Expert Boost, BMS Promotions, para donatur, serta tenaga pendidik Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan.
Seluruh panitia FIK UI Mengabdi 2026 juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Binong, perangkat desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, para sponsor, donatur, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.
Program FIK UI Mengabdi 2026 mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Desa Binong. Antusiasme peserta terlihat pada setiap rangkaian kegiatan, baik selama sesi edukasi, diskusi, maupun praktik langsung. Hal tersebut menunjukkan tingginya semangat masyarakat untuk memperoleh informasi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia tidak hanya mengimplementasikan ilmu keperawatan di tengah masyarakat, tetapi juga membangun kolaborasi bersama perangkat desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan budaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Diharapkan, pengetahuan yang telah diberikan selama program berlangsung dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Binong.
)*** Andien Dwi Kamilah Maulana, Divisi Humas Tim FIK UI Mengabdi 2026, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia
