Uritanet – 5 Agustus 2026 – Untuk membangun fundamental kompetensi sikap, keahlian, pengetahuan, serta standarisasi kualitas pelayanan prima kepada frontliner dalam menjalankan pekerjaan secara profesional, KAI Services menggelar Training Basic Hospitality pada Senin (27/7) di Ruang Auditorium Kantor Pusat KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh para petugas Luxury Lounge di wilayah Regional 1 Jakarta.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan disiplin dan konsistensi dalam menjalankan pekerjaan guna menciptakan pengalaman yang berkesan bagi para pelanggan.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi, salah satunya mengenai solution mindset. Para peserta diajarkan pola pikir yang harus dihindari saat menghadapi keluhan pelanggan, seperti bersikap defensif (“bukan salah saya”), menyalahkan orang lain atau sistem, serta memberikan jawaban yang kaku atau hanya diam.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai faktor personal ABACK, yaitu Attitude, Body Language, Appearance, Communication, dan Knowledge. Melalui materi ini, peserta dibekali pemahaman mengenai sikap berdiri yang baik, menjaga penampilan, hingga cara memberikan kesan pertama yang positif kepada pelanggan.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan KAI Services terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi para frontliner lewat program pelatihan dan pembinaan yang dilakukan secara berkala.
“Tidak hanya pengetahuan yang kami perbarui, KAI Services juga menanamkan sikap yang baik kepada para frontliner dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, kemampuan komunikasi para frontliner juga terus kami tingkatkan agar mampu berkomunikasi dengan baik serta memahami pesan dan kebutuhan pelanggan ketika berada di Luxury Lounge,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).
Salah satu peserta pelatihan, Ridwan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan dan wawasan baru mengenai dunia hospitality. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pembelajaran mengenai cara bersikap, berkomunikasi, hingga penggunaan bahasa tubuh yang tepat saat berhadapan dengan pelanggan.
“Senang banget mengikuti training ini. Pengetahuan dan skill kami jadi bertambah untuk menjalani pekerjaan saat berada di lapangan,” ujar Ridwan.
**Benksu
