Gala Premiere Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” Sentuh Emosi Penonton, Angkat Luka Sunyi tentang Alzheimer

Bagikan ke orang lain :

Jakarta ! Uritanet.com –

Kehangatan keluarga ternyata bisa menjadi sesuatu yang paling dirindukan ketika perlahan mulai hilang dari ingatan. Percakapan sederhana di meja makan, suapan sarapan dari ibu, hingga panggilan kecil di dalam rumah, mendadak terasa begitu mahal ketika memori mulai memudar tanpa bisa dicegah.

Realita emosional itulah yang diangkat dalam gala premiere film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” yang resmi digelar di Epicentrum XXI, Jakarta.

Film produksi Rapi Films bersama Screenplay Films dan Vortera Studios ini hadir sebagai drama keluarga yang tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pentingnya kehadiran dan kasih sayang di tengah keluarga.

Rapi Films kembali menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan banyak orang: ketakutan kehilangan orang tercinta, bukan secara fisik, melainkan perlahan lewat ingatan yang menghilang.

Film arahan sutradara Kuntz Agus dan ditulis oleh Alim Sudio ini mengeksplorasi ketakutan paling mendasar dalam hidup manusia, yakni ketika seseorang mulai dilupakan oleh orang yang paling dicintainya sendiri.

Produser Sunil Samtani menyebut film ini menjadi salah satu karya yang lahir dari keresahan sederhana tentang waktu dan keluarga. Senada dengan itu, sutradara Kuntz Agus menilai banyak momen kecil dalam hidup justru menjadi memori paling berharga ketika semuanya mulai hilang.

“Pertanyaan besarnya adalah apa yang tersisa saat memori tentang orang-orang tersayang mulai menghilang. Film ini mencoba memotret kepingan kenangan yang sering dianggap sepele, padahal sebenarnya itulah harta paling mahal dalam hidup manusia,” ujar Kuntz Agus.

Tokoh utama Yuke Yolanda yang diperankan Lulu Tobing digambarkan sebagai seorang ibu dari tiga anak yang berjuang menghadapi Alzheimer.

Namun film ini tidak semata membahas kondisi medis, melainkan tentang bagaimana cinta dalam keluarga tetap bertahan meski memori mulai menghilang satu demi satu.

“Yang paling menyesakkan bagi saya adalah posisi Yuke sebagai sosok yang sangat dicintai, namun karena memorinya terus memudar, dia harus belajar hidup tanpa menyadari besarnya kasih sayang di sekelilingnya. Ini bukan hanya tentang lupa nama atau jalan pulang, tetapi perjuangan untuk tetap ‘ada’ saat pikirannya mulai menjauh dari orang-orang tersayang,” ungkap Lulu Tobing saat sesi konferensi pers.

Sementara itu, Yasmin Napper yang memerankan Kesha mengaku mendapatkan pengalaman emosional baru selama proses produksi berlangsung.

“Di sini aku menemukan rumah baru. Kedekatan kami sebagai keluarga terasa sangat jujur dan berbeda dari proyek sebelumnya. Chemistry yang terbangun membuat setiap adegan kehilangan terasa nyata karena kami benar-benar tumbuh sebagai keluarga selama proses syuting,” tutur Yasmin.

Deretan pemeran lain yang turut hadir dalam gala premiere antara lain Ibnu Jamil sebagai Bapak Aldo, Shofia Shireen sebagai Kenya, serta Jordan Omar sebagai Karlo.

Pemutaran perdana film di Epicentrum XXI pun mendapat respons hangat dari para tamu dan rekan media yang hadir. Banyak penonton mengaku tersentuh oleh cerita yang terasa dekat dengan realita kehidupan keluarga masa kini.

Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” dijadwalkan tayang serentak mulai 13 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia. Lebih dari sekadar tontonan drama keluarga, film ini menjadi pengingat bahwa waktu bersama orang tercinta tidak pernah benar-benar bisa diulang.

Sebab pada akhirnya, ketika banyak hal dalam hidup perlahan menghilang, cinta dan kenangan tentang keluarga adalah satu-satunya rumah yang paling ingin dipertahankan.

Jangan tunggu kehilangan untuk mulai menghargai kehadiran. Karena terkadang, pelukan terakhir datang tanpa pernah memberi tanda.

)** Tjoek / Foto Ist

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *