Mentawai “Surf & Soul” Resmi Diluncurkan, Irman Gusman: Identitas Budaya Harus Jadi Roh Pariwisata Dunia

Bagikan ke orang lain :

Jakarta ! Uritanet.com – 

Peluncuran city branding “Surf & Soul” untuk Kepulauan Mentawai dalam rangkaian Jakarta Marketing Week 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (7/5/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Mentawai sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis budaya dan keaslian lokal.

Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyambut positif peluncuran branding tersebut. Menurutnya, Mentawai memiliki kekuatan besar untuk tampil sebagai ikon pariwisata Indonesia yang unik, autentik, dan berbeda dibandingkan destinasi wisata lain di dunia.

Ia menegaskan, pengembangan sektor pariwisata tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan ombak dan wisata selancar semata, melainkan harus berpijak pada budaya, tradisi, dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Mentawai.

“Mentawai memiliki identitas yang sangat kuat. Karena itu, pengembangan pariwisata harus tetap berpijak pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Mentawai,” ujar Irman Gusman.

Peluncuran branding “Surf & Soul” disebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat positioning Mentawai sebagai destinasi global yang menawarkan perpaduan antara wisata surfing kelas dunia dengan pengalaman budaya yang autentik dan penuh makna.

Acara yang diprakarsai oleh MarkPlus, Inc. di bawah komando Hermawan Kartajaya itu mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Mentawai Rinto Wardana, Ketua APKASI Bursah Zarnubi, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, pelaku industri pariwisata, hingga sejumlah tokoh nasional.

Dalam pemaparannya, Hermawan Kartajaya mengungkapkan bahwa lahirnya konsep “Surf & Soul” bermula dari diskusi bersama Irman Gusman terkait pentingnya Mentawai memiliki identitas global yang kuat dan berkarakter.

“Pak Irman meminta kepada saya agar Mentawai dibuatkan branding yang kuat. Lalu kami melakukan riset, Mentawai branding-nya apa? Hasilnya adalah Surf & Soul. Mentawai saya taruh sebagai beyond tourism,” ungkap Hermawan.

Menurut Hermawan, konsep tersebut lahir dari pendekatan The Progression of Economic Value, yakni transformasi ekonomi dari komoditas, jasa, pengalaman, hingga penguatan identitas budaya sebagai nilai utama.

Ia menjelaskan, Mentawai kini tidak lagi sekadar bergerak dalam sektor wisata konvensional, tetapi telah masuk pada level beyond tourism, yakni menghadirkan pengalaman emosional dan spiritual yang menyatu dengan budaya masyarakat adat.

Pada sisi “Surf”, Mentawai dikenal dunia sebagai surga ombak internasional dan disebut sebagai “Mekkah para peselancar” karena kualitas ombaknya yang mendunia dan menjadi magnet wisatawan mancanegara.

Sementara pada sisi “Soul”, Mentawai menghadirkan kekuatan budaya lokal melalui filosofi kehidupan masyarakat adat, termasuk keberadaan Sikerei sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan kehidupan.

“Sikerei itu soul-nya Mentawai,” tegas Hermawan.

Sikerei dikenal sebagai tabib tradisional masyarakat Mentawai yang meramu obat-obatan alami dari tumbuhan tanpa bahan kimia. Tidak hanya itu, Sikerei juga menjadi tokoh adat yang dihormati karena menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.

Branding “Surf & Soul” turut mengangkat berbagai simbol budaya khas Mentawai, seperti motif tato “Titi Takep” yang melambangkan harmoni manusia dan semesta, simbol “Jaraik” sebagai jejak hubungan manusia dengan asal-usulnya, serta “Silogui” atau anak panah yang merepresentasikan arah dan tujuan hidup.

Menurut Hermawan, wisatawan yang datang ke Mentawai saat ini tidak hanya mencari pengalaman menaklukkan ombak, tetapi juga ingin merasakan kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga keasliannya.

“Wisatawan yang datang ke Mentawai bukan hanya mencari ombak, tetapi juga merasakan pengalaman budaya dan keaslian kehidupan masyarakat adat yang masih terjaga,” katanya.

Bahkan, Hermawan menempatkan Mentawai sebagai salah satu pusat pertumbuhan pariwisata unggulan nasional di kawasan barat Indonesia.

“Mentawai adalah the epicenter of tourism in western Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Mentawai Rinto Wardana menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dengan pelestarian budaya lokal agar identitas asli Mentawai tidak hilang di tengah arus perhatian global.

Melalui city branding “Surf & Soul”, Mentawai kini tidak hanya berbicara tentang keindahan alam dan ombak kelas dunia, tetapi juga tentang jiwa, tradisi, dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat adatnya. Di tengah persaingan destinasi wisata global, Mentawai hadir membawa pesan kuat bahwa pariwisata terbaik bukan hanya tentang tempat yang indah, melainkan tentang identitas yang tetap dijaga dengan penuh kehormatan.

Mentawai sedang menulis babak baru pariwisata Indonesia. Bukan hanya menghadirkan ombak terbaik dunia, tetapi juga memperlihatkan kepada dunia bahwa budaya, tradisi, dan jiwa masyarakat adat adalah kekuatan utama yang tidak bisa tergantikan oleh zaman.

)**Tjoek / Foto Istimewa

 

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *