Andika Perkasa : Program Food Estate Perlu Perbaikan, Agar Tidak Terjadi Kerugian

Share Article :

Uritanet, Jakarta –

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa angkat bicara soal program food estate, dimana menurutnya, perlu adanya perbaikan dari hutan yang telah dibuka tersebut agar tidak terjadi kerugian.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk membangun  Food Estate seluas 178.000 hektare.

“Butuh solusi untuk memperbaikinya. Dan ada kesempatan untuk memelihara hutan. Ada keuntungan yang mungkin kita bisa peroleh. Salah satunya penyerapan air dan karbon dioksida,” ujar mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, dikutip dari kanal Youtube Youth TV (05/10).

Andika Perkasa mengatakan, Program Food Estate mulai dirancang saat dirinya masih menjadi kepala staf TNI AD (Kasad). Pada saat menjadi panglima TNI, Andika Perkasa pernah diminta masukan oleh Presiden Jokowi. Namun, kata dia, saat program dieksekusi oleh Kementerian Pertahanan, TNI AD tidak dilibatkan.

Baca Juga :  Delegasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan Tokoh Nasional Siap Koreksi Arah Perjalanan Bangsa

“Saat program dimulai, saya menjabat sebagai Kasad. Waktu itu sudah disiapkan. Presiden banyak memberikan perintah kepada semua, termasuk saya sebagai Panglima. Kita diminta masukan, waktu itu belum ditentukan di mana. Kita beri masukan secara umum. Setelah itu dieksekusi oleh Kementerian Pertahanan, dan kami di Angkatan Darat kan tidak dilibatkan,” terang Andika.

Lebih lanjut, Andika Perkasa mengatakan bahwa dari perspektif kebijakan publik, perlu disoroti keuntungan yang diperoleh dari sebuah program. Termasuk, keuntungan dari Program Food Estate yang ternyata gagal di Kalimantan Tengah.

Sebagai catatan, Program Food Estate pertama di Kalimantan Tengah, kebun singkong yang ditanam di lahan seluas lebih dari 30.000 hektare.

Baca Juga :  Mahfud MD Akhirnya Didapuk Cawapres Dampingi Capres Ganjar Pranowo

“Kalau yang saya melihat dari perspektif public policy, pasti ada cost dan benefit. Biasanya kita lakukan analisa cost benefit atau cost effectiveness analysist. Cost benefit  menunjukkan  benefit-nya apa,” ujar Andika Perkasa.

)***git/ Nawasanga

Share Article :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *