‘The Queen of Anti Aging’ Deby Vinski Pakar Dunia Menyuntik Lutut Teddy Minahasa di Vinski Tower

Uritanet, – Irjen Teddy Minahasa memberikan bantahannya atas tuduhan telah menggunakan narkoba. Lantaran disebutkan Teddy baru saja melakukan perawatan suntik lutut dan engkel kaki di Vinski Tower milik dr. Deby Vinski.

“Saya menjalani tindakan suntik lutut, spinal, dan engkel kaki pada hari Rabu tanggal 12 Oktober 2022 jam 19.00 di Vinski Tower oleh dr. Deby Vinski, dr. Langga, dr. Charles, dr. Risha, dan anastesi atau bius sedasi total oleh dr. Mahardika selama 2 jam,” ujar Irjen Teddy.  

Perawatan lutut Teddy itu disebut dilakukan oleh dr. Deby Vinski dan timnya. perawatan Stem Cell lutut dilakukan beberapa kali oleh team ortopedik dikerahui Vinski Tower telah memiliki keja saja dengan R POLRI Siapakah dokter cantik Deby Vinski ini? Prof. dr. Deby Susanti Pada Vinski, MSc, PhD atau akrab disapa dr. Deby merupakan seorang dokter spesialis anti aging atau anti penuaan yang telah mendapatkan sertifikasi pakar anti aging dunia.

Deby menjalani masa SMA di SMA Negeri 1 Makassar dan merupakan alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado dan juga Universitas Atma Jaya Jakarta. Seusai berhasil mendapat gelar dokter pada tahun 1990, Deby melanjutkan karier sebagai pengusaha.

Ia berhasil mendirikan Perfect Beauty Aesthetics and Anti-Aging Clinic yang menjadi pusat perawatan anti aging yang memiliki pamor di Indonesia. Walau sudah cukup sukses sebagai dokter kecantikan dan perawatan kulit, Deby masih melanjutkan pendidikannya di jurusan International Hormone Specialist di Brussel, Belgia. Ia juga mengambil spesialis anti aging di WOSAAM, Paris, Perancis.

Deby juga berhasil mendapatkan gelar Magister di jurusan Master of Preventive Medicine & Anti Aging di Dresden International University, Jerman tahun 2016 dengan predikat cumlaude. Ia pun mendapatkan gelar doktor dari Saint Petersburg Institute of Bioregulation and Gerontology di Saint Petersburg, Rusia di tahun yang sama dengan predikat summa cum laude.

Kiprah Deby di dunia kedokteran khususnya di bidang preventive medicine, berawal karena ingin berbakti kepada orangtuanya yaitu membantu menyelamatkan ayahnya dari Stroke. Ketika melihat ayahnya menjadi sehat dan bugar kembali maka Deby terus melangkah dalam dunia kedokteran regeneratif yang terbilang baru pada masa itu.

Tercatat sudah beberapa kali mendapat penghargaan baik Nasional maupun internasional berkat kesuksesannya dalam mendalami bidang kedokteran. Ia mendapatkan Kartini Award di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pelipor Kedokteran Anti Aging pada Tahun 2009 dan mendoatkan dua kali GATRA AWARD.

Yang pertama sebagai ICON KESEHATAN 2013 bersama Bapak Jokowi sebagai Ikon Politik ( saat itu belum menjadi Presiden RI) dan pada tahun 2013 mendapat kan IKOn TEKNOLOGI karena kiprahnya dengan Quantum Stem Cell. Dimana Teknologi Closed System untuk mengembangkan stem cell dengan aman dan jumlah terukur.

Deby pun diketahui telah memiliki hak paten untuk Terapi Men Vitality maupun Quantum Stem Cell. Sekaligus Deby telah terpilih di Monaco sebagai Presiden World Council of Stem Cell ( WOCS) dengan Wakil Presidennya dari Swiss dan berkedudukan di Geneva. Deby dinobatkan sebagai Presiden WOCPM (World Council For Preventive, Regenerative & Anti Aging Medicine) tahun 2013 yang berpusat di Paris, Prancis. Selain, Deby pernah mendapatkan penghargaan Sinedolore Excellence Awards untuk kategori Outstanding Performance dari Efhre International University.

Kemampuan luar biasa Deby di bidang preventive medicine juga diakui secara internasional. Debby juga pernah terlibat dalam pembangunan stem cell autologues di Harley Street Inggris dalam pengembangan metode biomedis terbaru. Ia tercatat sebagai salah satu anggota pembangunan berbagai medical tourism di dunia, termasuk negara Prancis.

Kiprah Deby di dunia pengobatan dengan teknologi stem cell membuatnya terkenal di berbagai kalangan, termasuk para pejabat negara. Sebagai pakar kecantikan anti aging, dr Deby Vinski menggunakan metode stem cell. Terapi stem cell menjadi terapi berbasis teknologi masa kini yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Terapi ini menggunakan darah tali pusat dan jaringan bayi yang diambil sesaat setelah bayi lahir.

dr Deby Vinski pun berhasil mengembangkan pusat anti aging dunia dimulai pada 2016 lalu, yang diberi nama Celltech Stem Cell Centre. Celltech Stem Cell Centre, berlokasi di Vinski Tower Jl.Ciputat Raya No 22 A Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Celltech Stem Cell Centre diresmikan langsung oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Bahkan layanan kesehatan tersebut juga menjadi tempat pengobatan Jusuf Kalla dan keluarga serta banyak pejabat negara.

dr Deby Vinski diketahui telah dua kali menerbitkan buku, yang pertama berjudul ‘Perfect Beauty Anti Aging’ yang diterbitkan Gramedia pada 2012 dan ‘Power of a Man”yang terbit pada 2017. Berkat keuletannya berkecimpung di dunia pengobatan anti aging, dr Deby Vinski pun dijuluki sebagai ‘Queen of Anti aging”.

Ia aktif di berbagai kegiatan sosial Love Humanity bersama anaknya Natasha Vinski .Deby juga giat mempromosikan Health Tourism menurutnya Indonesia memiliki kemampuan dan bisa membantu mengembalikan devisa negara dan membantu kesejahtetaan masyarakat.

Riwayat Pendidikan dan Penghargaan dr Deby Vinski :

Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (1986-1990)
Fakultas Kedokteran Atma Jaya Jakarta (1990-1993)
Deby Vinski, MSc, PhD menerima gelar Profesor Kehormatan dari Persatuan Akademik Oxford di bidang bisnis dan manajemen.
Deby Vinski, MSc, PhD menerima gelar Profesor Kehormatan dari Persatuan Akademik Oxford di bidang bisnis dan manajemen. (dok pribadi)
Sertifikasi Dewan dalam pengobatan Anti-Aging, Paris (2008)
Dewan Sertifikasi Nutrisi, Brussel (2011)
Spesialis Pengobatan Anti Aging, WOSAAM, Paris (2006 – 2008)
Spesialis Hormon Internasional, Brussel (2010 – 2012)
Master of Preventive Medicine & Anti-aging, Dresden International University, Jerman (2013)
Program Doktor di Saint Petersburg Institute of Bioregulation and Gerontology, Rusia (2016)
Dianugerahi sebagai Profesor Kedokteran Anti-penuaan di The EFHRE International University, Barcelona, ​​Spanyol (2018)

)***Benksu

Comment