Ketua Umum Dharma Pertiwi Kunjungi Hasil Keterampilan Asal Sulteng

Uritanet, – Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Hetty Andika Perkasa beserta rombongan tiba di Makorem 132/Tdl. Dalam kunjungan tersebut Ketua Umum Dharma Pertiwi disambut oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah M Ny. C. Evie Denny Tuejeh dan Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Sulawesi Tengah Daerah M Ny. Ros Toto Nurwanto,dan para pengurus Dharma Pertiwi Koorcab Sulawesi Tengah Daerah M (12/05) lalu.

Usai melaksanakan penyambutan Ny. Hetty Andika Perkasa beserta rombongan menuju ruang aula persit KCK Koorcab Rem 132 PD XIII/Merdeka untuk bertatap muka dengan keluarga besar dharma pertiwi koorcab sulawesi tengah daerah M. dilanjutkan ramah tamah dan mencicipi makanan khas palu yaitu makanan kaledo dan binte.

Ny. Hetty Andika Perkasa selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi menyampaikan selain mendampingi kunjungan kerja Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dalam kunjungan kerja ke satuan di jajaran merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan saat ada pergantian kepemimpinan. Salah satu tujuan dilaksanakannya kunjungan kerja adalah untuk mengetahui kondisi anggota Dharma Pertiwi di jajaran serta memberikan motivasi kepada anggota Dharma Pertiwi untuk tetap mendukung tugas suami terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Ny. Hetty beserta rombongan melanjutkan menuju sentra kerajinan hasil ketrampilan anggota dharma pertiwi di jajaran koorcab Sulawesi tengah Daerah M yang disambut oleh alat musik tradisional kakula berasal dari daerah kaili yang bertujuan untuk penyambutan tamu agung atau tamu kehormatan yang baru pertama berkunjung ke Provinsi Sulawesi Tengah.

Adapun hasil ketrampilan yang digelar berupa kain hasil Ecoprint on Fabric (kain),Ecoprint on Leather (kulit), Ecoprint on Paper (kertas ),dan digelar kain tenun Donggala dan juga hasil ketrampilan kayu eboni berasal dari poso.

Diakhir kegiatan,Ketua Dharma Pertiwi Koorcab Sulawesi Tengah Daerah M memberikan cinderamata ketrampilan sospeso dan kimekomi,dan ditutup dengan penulisan pesan dan kesan”.

Comment