2nd Expedition Parikesit 7 Saga, Mengubah Kepedulian Jadi Wujud Nyata Bersama Membangun Identitas Bangsa

Share Article :

 

Uritane-Jakarta. Inilah wujud nyata mengubah kepedulian menjadi kebersamaan untuk membangun masyarakat dari kaki-kaki gunung, dari desa-desa yang kerap kita lalui saat berwisata, serta dari kearifan-kearifan lokal masyarakat adat yang telah membangun jiwa Indonesia selama ini. Maka 2nd Expedition Parikesit 7 Saga, kembali hadir mengambil perannya bersama Studio Belantara, Archipelago dan Makki Omar Parikesit atau yang akrab disapa Makki Ungu untuk memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mewujudkannya.

Dan perlu diketahui bahwa 1st Expedition Parikesit 7 Saga, dirancang sebagai wujud nyata dari kontemplasi Makki Omar Parikesit selama bertahun – tahun bersama Band Ungu, sekaligus menandai setengah abad usianya. Yakni dengan mengembalikan kembali apa yang sudah diberikan masyarakat Indonesia untuk perjalanan hidup dan karier bermusiknya selama ini.

Bahkan Makki begitu merasakannya saat di 1st Expedition Parikesit 7 Saga, begitu besar persoalan dan keinginan masyarakat di tempat – tempat yang disinggahinya tersebut bisa mewujudkan kesempatannya agar dapat lebih baik lagi. Maka pada 2nd Expedition Parikesit 7 Saga kali ini, Makki yang didampingi

Setia Sari Budianggrayuni, selaku Founder & Executive Producer Makki Parikesit Adventure dan Harry Koko Santoso, selaku pemerhati musik dan pariwisata, berharap bersama stakeholder lainnya dapat memberikan kesempatan untuk mewujudkannya.

Setelah pada Tahun 2021 dalam ekspedisi tersebut (dengan jarak tempuh total hampir 2.000 kilometer, red), Makki juga telah mendaki tujuh (7) Gunung di Indonesia dengan ketinggian rata-rata 3.000an Mdpl. Seperti Gunung Ciremai (Jawa Barat); Sindoro dan Sumbing (di Jawa Tengah), Lawu (perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur); Arjuno dan Welirang (Jawa Timur); dan terakhir Rinjani di Lombok (Nusa Tenggara Barat). Dan saat menuju ke setiap tempat di mana Makki memulai pendakian dengan berkendaraan adventure-sport bike (Ducati MultiStrada 950 dan Scrambler Ducati Sixty2, red).

Dimana beberapa teman dan kenalan juga ikut serta dalam kegiatan naik Gunung. Seperti Andy Fatic, Didi Fauzi, Hamdi Hassyarbaini (mantan Direktur Bursa Efek Jakarta, ikut ke Sumbing, red), juga ada Sofyan Arief Fesa, salah satu Seven Summiter Dunia dari Indonesia ke Gunung Arjuno dan Welirang, ungkap Makki.

Baca Juga :  XVG Talents “Suara Anak Muda untuk Ganjar – Mahfud”

Selain pada 1st Expedition Parikesit 7 Saga, Makki Parikesit Adventure dan pihak- pihak pendukung lainnya selain membuat Sign di Jalur Pendakian, juga turut menyumbang buku-buku bacaan ke SDN Argamukti (Desa Argamukti, Majalengka, Jawa Barat), Pesantren di Desa Kledung (Jawa Tengah), Masjid Al-Iman di Dusun Butuh (Temanggung, Magelang, Jawa Tengah), SDN Pecalukan (Prigen, Pasuruan, Jawa Timur), Cemoro Sewu (Magetan, Jawa Timur), SDN 1 Sembalun (Desa Sembalun di kaki Gunung Rinjani), dan Sekolah Alam Sembalun.

Juga sebagai pemusik, Makki menyajikan jamming musik akustik kolaborasi  dengan sejumlah pemusik lokal di Desa Argamukti, Desa Kledung, Dusun Butuh, dan Desa Sembalun, untuk lebih mendekatkan dan menyatukan diri dengan alam serta masyarakat setempat yang disinggahinya, meski disajikan secara sederhana.

Maka di tahun 2022, pada 2nd Expedition Parikesit 7 Saga, Makki Omar Parikesit, selaku Founder, Talent & Producer, saat ditemui di La Nusa Homestay di Nusa Penida, Klungkung, Bali (22/3) mengungkapkan bahwa tidak cukup saja peduli dengan alamnya, tapi peduli juga sesama, bersama membangun identitas bangsa. Dimana semua itu kita bisa kerjakan sendiri. Diantara kita saja. Dan semangat itu harus dibesarkan dengan tindakan nyata buat masyarakatnya.

2nd Expedition Parikesit 7 Saga bakal menempuh 4.500 Km mulai dari Aceh hingga Flores. Melintasi Tujuh Pulau dan Empat Gunung dan bakal di helat pertengahan atau akhir tahun 2022 ini. Jika pada 1st Ekspedisi Parikesit 7 Saga, Makki lebih kepada Riding and Hiking, sedangkan di 2nd Ekspedisi Parikesit 7 Saga kali ini, Makki tidak saja Riding dan Hiking, namun juga Flying Para Gliding.

Memang Makki Parikesit Adventure bakal membangun Para Gliding Site yang nantinya bisa membangun ekonomi masyarakat setempat. Sehingga dapat membangkitkan kulinernya, juga homestay yang terstruktur hospitallitynya di daerah tersebut. Dengan kata lain, ingin meletakan Foot Print Positif di setiap tempat yang disinggahi seperti Pelatihan Fotografi yang baik, Waste Management, serta kegiatan lain yang juga dapat sebagai bekal membangun ekonomi masyarakat setempat. Traffic semacam ini sangat besar sekali jika mereka diberi kesempatan, di dengar dan di fasilitasi, pastinya, tambah Setia Sari Budianggrayuni, Founder & Executive Producer Makki Parikesit Adventure.

“Membangun wadah dengan mengajak semua untuk turut ikut bersama secara aktif. Memelihara alam dan manusianya dengan ikut membangun ekonomi kecil di kaki kaki gunung,” jelas Setia Sari Budianggrayuni.

Di 2nd Expedition Parikesit 7 Saga, Makki kembali melibatkan Sofyan Arief Fesa, salah satu Seven Summiter Dunia dari Indonesia, sekaligus Consultant untuk Pendakian Gunung Es. Juga ada Widi Fauzi, riding motor cycle, yang akan mengeksplore rute – rute yang tidak biasa dengan view yang bagus dan luar biasa. Dan ada Fatiq Kansa, Pendaki Cilik yang telah menaklukan 60 Summit di Indonesia dan Dunia.

“Negeri ini sudah kasih banyak saya, dan saya bisa kasih apa. Ini hobby saya  yang ingin juga orang lain menikmati dan melakukannya. Saya berharap akan ada desa pertama di Indonesia yang Zero Wasted karena aware dengan sampah. Semoga ada gayung bersambut, ada benang merahnya. Jika mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa, dan kita kasih wadahnya. Kegiatan besar bersama ini wujud dari sebuah kontemplasi panjang yang telah dilakukan untuk lebih baik, dan lebih baik lagi,” tutup Makki.

Sekaligus apresiasi diberikan bagi para stakeholder yang telah terlibat dalam 1st Expedition Parikesit 7 Saga antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, MetroTV, Ducati Indonesia, Bank Mandiri, Trijaya FM, Eiger, Panama, Indomaret, Yoshinoya, dan juga didukung Michelin Ban, Joel Camera dan Baked Indonesia.

Baca Juga :  Respon Penonton Film Pemandi Jenazah? Bagus !!! Inilah Film Horor !!! Paling Dinanti

(**Bambang Tjoek

Share Article :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *