Forum Keluarga Minangkabau Bersatu Minta Dukungan Bentuk Daerah Istimewa Minangkabau

URITANET – Forum Keluarga Minangkabau Bersatu (FKMB) menyampaikan permintaan dukungan terhadap pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM), dan rencana program-program yang akan dilaksanakan FKMB seperti Skema penguatan sektor ekonomi melalui UMKM, Pembentukan Koperasi di tiap daerah yang dapat dimanfaatkan keluarga Minang dirantau, Pembentukan Pesantren Gratis serta isu-isu aktual kedaerahan lainnya.

Demikian hal tersebut mengemuka saat Ketua Umum FKMB, Indra Jaya  berserta jajarannya bertemu dengan Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin dikediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan (6/6).

Khusus mengenai wacana pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau (DIM) tentu akan kita bawa dalam rapat internal bersama anggota DPD RI perwakilan Sumatera Barat agar selanjutnya dapat kita perjuangkan secara kelembagaan, jelas Sultan B.Najamudin yang juga didapuk sebagai Ketua Dewan Penasehat FKMB.

“Sebagai putra asli keturunan Pagaruyung, saya berharap wadah ini bukan hanya menjadi tempat berkumpul saja. Dalam aktifitasnya harus didorong untuk mampu bertransformasi menjadi organ advokasi dalam bidang hukum, sosial, ekonomi serta budaya bagi masyarakat Minang khususnya. Dan yang terpenting dalam agenda-agenda yang dilakukan dapat memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia”, tegas senator muda tersebut.

Terima kasih pula atas kepercayaannya yang telah meminta dirinya menjadi Ketua Dewan Penasehat Forum Keluarga Minangkabau Bersatu. Untuk kontribusi dalam kebaikan serta kemajuan bersama baik bagi masyarakat Minang dan bangsa Indonesia tentu dirinya akan merasa terhormat menerima amanah ini, ungkap Sultan.

Dan Indra Jaya, selaku Ketua Umum FKMB juga mengisahkan latar belakang serta tujuan tentang organisasi yang didirikan pada 1 Mei 2021 tersebut. Karena forum keluarga berdiri atas inisiasi permintaan dari Ninik Mamak, Kaum Ulama, Cerdik Pandai serta tokoh-tokoh Minang yang ada.

Dengan tujuan agar dapat menjadi wadah kekeluargaan yang erat bagi seluruh orang Minang dimanapun dengan seluruh latar belakang yang dimiliki tanpa membedakan status sosial dan memiliki simpul relasi yang bersumber pada landasan filosofis manjampuik nan tatingga, mangumpulkan nan taserak (menjemput yang tertinggal, mengumpulkan yang terserak), ujar Indra.

Pria kelahiran Bukit Tinggi 44 tahun lalu tersebut juga menuturkan bahwa FKMB akan bergerak menghimpun seluruh masyarakat (keturunan) Minang diseluruh daerah dimana berfokus kepada tujuan bagaimana saudara-saudara Minang dimanapun berada memiliki payung ikatan emosional yang kuat secara kultural.

“Forum ini akan dibangun untuk membawa kepentingan seluruh masyarakat Minang dengan cara-cara saling menguatkan. Orang Minang yang sudah berhasil mesti memikul kewajiban mendukung keluarga lainnya agar bersama dalam berkemajuan melalui cara-cara kolaboratif dalam bertukar kesempatan maupun peluang, ” lanjut pemilik Bukit Barisan Group tersebut.

Kita membutuhkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan cita-cita forum ini, dan tentu banyak tantangan yang akan kita hadapi, tegas Sultan. Tapi dengan kebersamaan serta rekam jejak yang dimiliki Indra Jaya, dirinya yakin FKMB mampu menjelma sebagai wadah yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh keluarga besar Minang.

Dan forum kekeluargaan Minang mesti dibangun berdasarkan rasa keikhlasan, rasa saling memiliki dan saling menumbuhkan, juga sikap saling membesarkan antar sesama keluarga besar Minangkabau.  Dan Sultan juga berharap dalam seluruh aktifitasnya FKMB mesti mengedepankan orientasi cita-cita dalam perwujudan menegakkan Marwah Minang diseluruh Nusantara, tutupnya.

 

Penulis : Jegegtantri

Comment