“Mahram Untuk Najwa” Mini Seri Religi Kental Unsur Budaya Lombok

URITANET – PT. Sinema Indonesia Persada saat ini sedang memproduksi sebuah mini seri religi yang berjudul “Mahram Untuk Najwa”. Rencananya penayangan mini seri tersebut akan ditayangkan secara streaming melalui Genflix.

Pihaknya mengatakan, jika tidak menemui kendala mini seri “Mahram Untuk Najwa” akan diputar pada tanggal 16 juli 2021 yang akan datang, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Besar Umat Islam Idul Adha.

Rencananya mini seri religi produksi PT. Sinema Indonesia Persada tersebut, akan dibuat dalam 6 episode dengan durasi 10-12 menit per episodenya.

Mini seri “Mahram Untuk Najwa” merupakan sebuah karya yang bertema religi karya Ameliasria, yang sudah dibaca oleh 3juta lebih pembacanya yang dimuat dalam aplikasi wattpad.

Baca juga : De Oost “Raymond Westerling” Tayang 10 September

Ameliasria sang penulis, memasukkan unsur budaya lokal lombok dalam cerita “Mahram Untuk Najwa”, dimana yang juga merupakan kota asal dari sang penulis.

Miniseri “Mahram Untuk Najwa” dibintangi oleh beberapa pemain film ternama seperti Zee Zee Shahab, Asyafriena Alatas, Ine Rosdiana, serta Nia Rahmania.

Zee zee shahab menjadi peran utama sebagai Najwa dalam mini seri tersebut, Dirinya mengakui sangat tertantang dalam memainkan perannya di Miniseri “Mahram Untuk Najwa” sebagai Najwa.

“Coba bayangkan, kekasih yang lama menghilang tiva tiba muncul. Dan saat muncul dia sudah bertunangan tapi masih menyatakan cinta pada Najwa. Pokoknya menguras emosi,” Ujar Zhe zhe waktu ditemui disaat pengambilan gambar.

Baca juga : Ngidam Banyak Hal, Ini Larangan Ketat Raffi Ahmad untuk Nagita Slavina

Sutradara “Mahram Untuk Najwa” Ichwan Persada didampingi Irfan Syam dari Indonesia Sinema Persada menjelaskan bahwa, mereka tidak memproduksi miniseri secara eksklusif untuk Genflix. Keduanya mengatakan bahwa mereka juga tengah mengembangkan serial 13 episode untuk salah satu layanan streaming.

“Kita melihat perkembangan layanan streaming di Indonesia sangat positif ya. Karenanya tetap perlu menjaga kualitas produk, jangan sampai karena kejar tayang, maka kualitasnya menjadi rendah. Kita tetap menjalankan seluruh proses produksi dengan baik dan tidak terburu-buru sehingga kita selalu bisa mengharapkan hasil yang optimal,” ucapnya di sela sela syuting di kawasan Jakarta Selatan. .

PT. Sinema Indonesia Persada juga menargetkan untuk memproduksi film layar lebar kedua, setelah “SILARIANG: Cinta Yang [Tak] Direstui” yang telah rilis di bioskop pada 2018.

Comment