Uritanet – Jakarta, September 2026 – Peluang tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di industri global terus terbuka. PT United Tractors Tbk (UT) melalui UT School memperkuat langkah tersebut dengan menyiapkan lulusan pendidikan vokasi yang memiliki kompetensi teknis, sertifikasi, serta kemampuan pendukung sesuai kebutuhan industri.
Langkah itu terlihat dari kelulusan 272 peserta program Mekanik Alat Berat UT School Nasional Batch-38. Prosesi wisuda digelar di Discovery Room UT Corporate University (Corpu), Jakarta, dengan mengusung tema “Menciptakan Generasi Unggul Berstandar Internasional untuk Kebermanfaatan dan Keberlanjutan bersama Mitra Industri dan Pendidikan”.
Direktur UT School, Mochamad Hamdan Aziz, mengatakan lulusan Batch-38 menambah jumlah tenaga terampil yang dipersiapkan UT School untuk memasuki dunia industri.
“Hari ini kita meluluskan 272 wisudawan UT School Nasional program Mekanik Alat Berat. Hingga saat ini, UT School telah meluluskan 9.445 alumni program CSR reguler yang tersebar di seluruh Nusantara,” ujar Aziz.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 212 alumni telah bekerja di Jepang. Sebanyak 202 alumni telah bekerja sejak 2021, sementara 10 alumni lainnya sedang mengikuti pelatihan bahasa dan budaya sebelum diberangkatkan ke Jepang pada September 2026.
Peluang kerja di luar negeri juga terus diperluas melalui kerja sama dengan mitra industri. Saat ini, UT School tengah menyeleksi calon mekanik untuk memenuhi kebutuhan 26 tenaga mekanik Scania yang akan ditempatkan di Taiwan, Jepang, Jerman, dan Selandia Baru.
Secara keseluruhan, program mitra usaha UT dan program support CSR non-reguler telah menghasilkan 44.608 lulusan. Jika digabungkan dengan lulusan program reguler, UT School telah mencetak 54.058 lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dan berkembang di dunia industri.
Untuk menjaga relevansi kompetensi lulusan, UT School mengembangkan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. Materi pembelajaran tidak hanya mencakup kompetensi teknis dan sertifikasi, tetapi juga kemampuan Bahasa Inggris serta pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti Learning Management System (LMS), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan 3D printing.
Pembentukan karakter juga menjadi bagian dari proses pendidikan melalui budaya INSANI yang mencakup Integritas, Santun, Ahli, dan Berani. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik dipersiapkan memiliki kombinasi kompetensi teknis dan karakter yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Dalam rangkaian wisuda, UT School bersama Divisi CSR UT dan YKBUT Press juga meluncurkan buku “Dasar-Dasar Teknik Alat Berat: Product Knowledge untuk SMK”. Hak cipta buku tersebut kemudian diserahkan kepada UT sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap pengetahuan teknis bagi siswa pendidikan vokasi.

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI, Syamsi Hari, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi UT School dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja tersertifikasi di Indonesia.
Melalui penguatan pendidikan berbasis industri, sertifikasi profesi, dan kolaborasi dengan mitra usaha maupun pendidikan, UT School terus mengembangkan perannya sebagai penghubung antara pendidikan vokasi dan kebutuhan tenaga kerja industri, termasuk untuk membuka akses lulusan ke pasar kerja global.
**Benksu

