Dari Pengobatan hingga Genset, Grup UT Hadir di Tengah Perjuangan Warga NTT Pulih dari Gempa

Grup PT United Tractors Tbk (UT)
Bagikan ke orang lain :

Uritanet Jakarta, 2 September 2026 – Di tengah situasi darurat pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada bantuan logistik. Ketika sebagian warga masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan, kebutuhan pangan, hingga fasilitas pendukung di lokasi terdampak, kehadiran berbagai elemen menjadi penting untuk membantu proses pemulihan.

Kondisi tersebut mendorong Grup PT United Tractors Tbk (UT) bersama anak perusahaannya, yakni PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Kalimantan Prima Persada (KPP), PT Agincourt Resources (PTAR), PT Sumbawa Jaya Raya (SJR), PT Traktor Nusantara (Traknus), dan PT Bina Pertiwi (BP), untuk memperkuat respons kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak.

Sejak masa tanggap darurat, hingga 20 personel Emergency Response Team (ERT) dari UT, PAMA, KPP, PTAR, dan SJR diterjunkan langsung ke lapangan pada 19–27 Agustus 2026. Mereka tidak hanya mendistribusikan bantuan, tetapi juga memberikan layanan kesehatan, melakukan asesmen kebutuhan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat.

“Dalam situasi bencana, kecepatan respons dan kolaborasi menjadi kunci untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat. Melalui sinergi seluruh entitas Grup UT, kami berupaya mengerahkan sumber daya yang kami miliki agar bantuan dapat menjangkau masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT, Dianwahyu Sri Purnomo.

895 Pasien Mendapat Layanan Kesehatan

Salah satu kebutuhan yang langsung dirasakan masyarakat terdampak adalah akses terhadap layanan kesehatan. Hingga 27 Agustus 2026, layanan kesehatan yang diberikan Grup UT telah menjangkau 895 pasien di berbagai titik di Kabupaten Manggarai.

Pelayanan tersebut dilakukan antara lain di Desa Satar Ngkeling, Desa Tuke, Desa Banka Kenda, Dusun Ranggi, Desa Bekakor, Dusun Lalong, dan Desa Kakor.

Tidak hanya menyasar kebutuhan fisik, perhatian juga diberikan kepada kondisi psikologis kelompok rentan. PAMA menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak dan remaja terdampak di Kecamatan Wae Ri’i sebagai bagian dari upaya membantu mereka menghadapi situasi pascabencana.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga bagaimana masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, dapat kembali membangun rasa aman setelah mengalami peristiwa traumatis.

Bantuan Menjangkau Lebih dari Seribu Keluarga

Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan sehari-hari terus dilakukan di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, bantuan logistik telah menjangkau 1.099 kepala keluarga di Desa Compang Ndehes dan Desa Ndehes.

Bantuan berupa paket sembako, terpal, tikar, selimut, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya juga disalurkan ke Desa Satar Keling, Kelurahan Tiong Toko, Desa Bentang Poco, serta sejumlah wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Manggarai.

Sementara di Kabupaten Ende, UT menyalurkan 100 paket bantuan untuk masyarakat Desa Roga melalui kolaborasi dengan RRI Ende dan TNI AU.

Untuk mendukung kebutuhan pangan selama masa tanggap darurat, Grup UT turut mendistribusikan makanan siap saji di sejumlah lokasi pengungsian, termasuk 100 porsi makanan siap saji di wilayah Wae Ri’i.

Dukungan juga diberikan kepada keluarga karyawan Grup UT yang terdampak gempa di Kabupaten Ende. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus insan Grup UT yang turut menghadapi dampak bencana.

Ketika Listrik dan Peralatan Operasional Menjadi Kebutuhan Penting

Respons terhadap bencana juga dilakukan melalui dukungan terhadap fasilitas dan operasional di lapangan.

KPP, misalnya, menyerahkan tiga unit genset untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di gereja-gereja yang berada di Desa Satar Ngkeling, Desa Golo Cador, dan Desa Longko.

Sementara itu, Traknus dan BP menyediakan dua unit forklift untuk mendukung BNPB dalam pengelolaan dan mobilisasi bantuan di Gudang Logistik Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dukungan tersebut memperlihatkan bahwa dalam situasi bencana, bantuan tidak selalu berbentuk paket yang langsung diterima masyarakat. Peralatan operasional dan sarana pendukung juga memiliki peran penting untuk memastikan rantai distribusi bantuan tetap berjalan.

Asesmen Menjadi Dasar Bantuan Berikutnya

Grup UT juga melakukan asesmen di wilayah terdampak untuk memetakan kondisi masyarakat serta kerusakan fasilitas umum.

Di Kecamatan Wae Ri’i, KPP melakukan asesmen di lima desa. Pendataan juga dilakukan bersama BPBD Ende untuk mengetahui kondisi sekolah, fasilitas umum, dan rumah ibadah yang terdampak.

Di Kabupaten Sikka, koordinasi dilakukan bersama BPBD terkait rencana distribusi bantuan ke Desa Umagera sekaligus pendataan sekolah yang terdampak.

Langkah tersebut menjadi penting agar bantuan berikutnya tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan menyesuaikan kebutuhan yang terus berkembang di lapangan.

Seluruh upaya dilakukan melalui kolaborasi dengan BNPB, BPBD, pemerintah daerah, TNI AU, RRI, serta berbagai pihak lainnya.

Grup UT memastikan dukungan bagi masyarakat NTT tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak akan terus dilakukan, dengan dukungan yang disesuaikan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, Grup UT berharap dapat membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur,” kata Dianwahyu.

Bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit setelah bencana, proses pemulihan memang membutuhkan waktu. Namun, dari layanan kesehatan hingga dukungan logistik dan peralatan operasional, setiap bentuk bantuan menjadi bagian dari upaya untuk mengembalikan kehidupan masyarakat secara bertahap.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *