Jakarta ! Uritanet.com –
Anggota DPD RI daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bahar Buasan, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian usai dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka Program Doktor Ilmu Kepolisian STIK-PTIK, Selasa (19/5/2026), di Gedung STIK-PTIK, Jakarta.
Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Eko Rudi Sudarto selaku Ketua Penguji. Dalam forum akademik itu, Bahar Buasan sukses mempertahankan disertasi berjudul “Kolaborasi Kepolisian dan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan UMKM untuk Penguatan Keamanan Daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”.
Disertasi tersebut dibimbing oleh Vita Mayastinasari dan mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi maupun pejabat negara yang hadir dalam sidang terbuka tersebut.

Turut hadir Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Yorrys Raweyai, Tamsil Linrung, serta Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar. Hadir pula sejumlah anggota DPD RI dan Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal.
Dalam penelitiannya, Bahar Buasan menyoroti kondisi sosial ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai menghadapi situasi paradoksal. Di tengah meningkatnya jumlah pelaku UMKM, angka kriminalitas di daerah tersebut belum menunjukkan penurunan signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan melemahnya sektor pertambangan timah yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis tematik, Bahar melahirkan konsep Model Pemberdayaan Berdaya Berbasis Masyarakat (BBM). Konsep tersebut menempatkan Bhabinkamtibmas, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan komunitas masyarakat sebagai satu ekosistem kolaboratif dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Keamanan daerah tidak bisa hanya dipandang sebagai urusan aparat penegak hukum semata. Ketika ekonomi masyarakat melemah, ruang kerawanan sosial akan terbuka. Karena itu, pemberdayaan UMKM harus menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas dan ketahanan daerah,” ujar Bahar usai sidang terbuka.
Ia menegaskan bahwa pendekatan keamanan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat kini menjadi kebutuhan baru di tengah tantangan sosial dan ekonomi daerah yang semakin kompleks.
“Pendekatan preventif harus diperkuat. Negara perlu hadir bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi sejak awal melalui penguatan ekonomi masyarakat. Di situlah pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat,” lanjutnya.

Keberhasilan Bahar Buasan meraih gelar doktor menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik sekaligus pengabdiannya sebagai salah satu pimpinan alat kelengkapan Komite I DPD RI. Capaian tersebut sekaligus memperkuat gagasan bahwa keamanan daerah dapat dibangun melalui pendekatan yang lebih humanis, partisipatif, dan berbasis kesejahteraan masyarakat.
Disertasi ini juga diharapkan mampu menjadi rujukan kebijakan nasional dalam membangun sistem keamanan sosial yang lebih inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika sosial yang terus berkembang, gagasan kolaboratif yang diusung Bahar Buasan menjadi pesan kuat bahwa keamanan sejati lahir dari masyarakat yang berdaya, sejahtera, dan saling menjaga.
Pencapaian akademik Bahar Buasan bukan sekadar gelar, melainkan simbol lahirnya paradigma baru tentang keamanan daerah yang berpihak pada rakyat. Ketika ekonomi masyarakat diperkuat, harapan akan stabilitas sosial dan masa depan daerah yang lebih aman pun menjadi semakin nyata.
)**Tantri / Tjoek /Foto Ist.

