Uritanet – JAKARTA 13 Mei 2026 Tren regenerative medicine atau terapi stem cell di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat. Jika sebelumnya kalangan pejabat, pengusaha, dan tokoh nasional identik menjalani perawatan kesehatan premium di luar negeri, kini semakin banyak yang justru memilih terapi stem cell di Jakarta.
Fenomena ini menandai meningkatnya kepercayaan terhadap teknologi kesehatan dan layanan regenerative medicine dalam negeri yang dinilai mampu bersaing dengan negara maju seperti Jerman, Swiss, dan Amerika Serikat.
Salah satu sosok yang menjadi sorotan dalam perkembangan tersebut adalah Prof. Deby Vinski, pakar stem cell dan regenerative medicine asal Indonesia yang juga menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cell.
Melalui Vinski Tower, Prof. Deby menghadirkan pusat layanan kesehatan modern dengan fasilitas laboratorium stem cell, bank stem cell, hingga layanan anti-aging terpadu.
“Indonesia memiliki sumber daya manusia, teknologi, dan keilmuan yang mampu menghadirkan layanan regenerative medicine berstandar dunia. Saya percaya masyarakat Indonesia tidak perlu lagi selalu pergi ke luar negeri untuk mendapatkan terapi stem cell terbaik. Kita mampu melakukannya di tanah air dengan kualitas global,” ujar Prof. Deby Vinski.
Stem cell merupakan metode terapi berbasis sel punca yang dikembangkan untuk membantu regenerasi jaringan tubuh, menjaga vitalitas, serta mendukung healthy aging atau penuaan sehat.
Sejumlah tokoh nasional yang disebut mempercayakan layanan regenerative medicine kepada Prof. Deby Vinski antara lain Jusuf Kalla, Mahfud MD, Surya Paloh, Guruh Soekarnoputra, hingga Fadel Muhammad.

Tak hanya fokus pada layanan kesehatan, Prof. Deby Vinski bersama Guruh Soekarnoputra juga mendirikan Club 300>, sebuah wadah diskusi futuristik tentang masa depan kesehatan manusia.
Nama Club 300 merepresentasikan visi hidup hingga usia 300 tahun melalui pendekatan ilmiah modern dan teknologi kesehatan berbasis stem cell.
Dalam forum tersebut, Prof. Deby memperkenalkan program Stemcell by Deby Vinski yang berfokus pada terapi sel punca untuk peremajaan sel, pencegahan penyakit degeneratif, serta peningkatan kualitas hidup di usia lanjut.
“Tujuan kami bukan sekadar memperpanjang usia, tetapi memperpanjang masa hidup yang sehat, produktif, dan berkualitas. Dengan teknologi stem cell, kita membuka peluang besar untuk mencegah penyakit degeneratif dan meningkatkan kualitas hidup manusia,” tambah Prof. Deby
Pengamat kesehatan menilai fenomena ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan ilmuwan dan tenaga medis Indonesia dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar global, sekaligus membuka peluang besar bagi perkembangan medical tourism dan industri bioteknologi nasional di masa depan.
***Benksu

