Jakarta ! Uritanet.com –
Peran sentral Jimly Asshiddiqie dalam menjaga toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia kembali mendapat pengakuan luas. Apresiasi tersebut datang dari tokoh agama Khonghucu, Liem Liliany Lontoh, yang menilai kontribusi beliau sebagai cerminan kepemimpinan inklusif dan berkeadilan.
Momentum penghormatan itu ditandai dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Jimly Asshiddiqie yang digelar oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Hotel Hariston. Acara ini menjadi simbol kedekatan emosional sekaligus penghormatan atas dedikasi beliau yang juga menjabat sebagai Ketua Kehormatan MATAKIN.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/04/2026), Liem Liliany Lontoh menegaskan bahwa Jimly Asshiddiqie merupakan figur yang konsisten menjunjung tinggi prinsip keadilan universal tanpa memandang latar belakang agama, suku, maupun golongan.
“Prof. Jimly telah berperan aktif dalam mempromosikan toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Prinsip beliau sangat jelas, yakni keadilan untuk semua,” ujarnya.
Rekam jejak pengabdian Jimly Asshiddiqie dinilai semakin kuat saat beliau memimpin Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia pada periode 2003–2008. Dalam masa kepemimpinannya, beliau dikenal tegas menjaga konstitusi sekaligus bijak dalam menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kepemimpinan beliau selalu berpihak pada konstitusi, bukan pada kelompok tertentu. Hal itu yang membuat semua umat merasa dilindungi,” tegas Liem Liliany Lontoh.
Tak hanya dalam ranah formal, sikap inklusif tersebut juga tercermin dalam kehidupan sosial. Salah satu momen yang dikenang adalah kehadiran Jimly Asshiddiqie dalam acara Sahur Bersama di Kalijodo pada 2018 yang dihadiri ribuan warga. Kehadiran beliau sebagai Ketua Panitia menjadi simbol nyata kepedulian terhadap masyarakat lintas latar belakang.
“Beliau hadir dengan rendah hati dan berbaur langsung dengan masyarakat. Ini menunjukkan kepedulian dan penghargaan terhadap kebersamaan,” kenang Liem Liliany Lontoh.
Sebagai Ketua Kehormatan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Jimly Asshiddiqie dinilai terus membuka ruang dialog, memperkuat relasi antarumat, serta mendukung eksistensi umat Khonghucu di Indonesia.
“Beliau adalah contoh nyata pemimpin berintegritas dan berhati nurani. Komitmennya terhadap kesetaraan dan kebersamaan patut menjadi teladan,” tambahnya.
Lebih jauh, Liem Liliany Lontoh meyakini bahwa nilai-nilai yang diwariskan Jimly Asshiddiqie akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang, tidak hanya bagi umat Khonghucu, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan doa terbaik di usia ke-70 sang guru besar.
“Selamat ulang tahun ke-70, Prof. Jimly. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan terus berkarya untuk bangsa dan negara,” tutupnya dengan penuh harap.
Di tengah tantangan keberagaman yang kian kompleks, sosok Jimly Asshiddiqie hadir sebagai jangkar moral yang menegaskan bahwa keadilan, toleransi, dan kemanusiaan bukan sekadar wacana, melainkan fondasi nyata yang harus terus dirawat.
Dari ruang konstitusi hingga ruang sosial, jejak pengabdiannya menjadi cahaya yang tak mudah redup—menginspirasi, menguatkan, dan menghidupkan harapan akan Indonesia yang damai dan bersatu.
Dengan rekam jejak yang kokoh dan komitmen yang tak tergoyahkan, Prof. Jimly tidak hanya merawat konstitusi, tetapi juga merawat hati bangsa—sebuah warisan yang akan terus bergema melintasi zaman.
)**Git / Tjoek / Foto Ist

