Jakarta ! Uritanet.com –
Semangat persatuan pasca Idul Fitri kembali digaungkan oleh puluhan organisasi masyarakat (ormas) di Jakarta melalui kegiatan halal bihalal yang diselenggarakan Forum Lintas Ormas (FLO). Agenda tahunan ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat soliditas, serta menjaga stabilitas ibu kota.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri sekitar 300 hingga 400 perwakilan dari berbagai ormas. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas ruangan, meskipun secara keseluruhan FLO memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai wilayah.

Ketua Umum FLO, Ir. Djuaini, MM, menegaskan bahwa pembatasan peserta tidak mengurangi makna kebersamaan yang ingin dibangun.
“Kalau kondisi memungkinkan, jumlah anggota yang hadir bisa sampai ribuan. Namun karena keterbatasan tempat, kita batasi perwakilan saja,” ujarnya secara langsung.
Momentum halal bihalal ini dimanfaatkan FLO sebagai wadah konsolidasi sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah. Dalam praktiknya, FLO berperan sebagai jembatan komunikasi yang aktif antara ormas dengan institusi seperti kepolisian dan TNI.
Djuaini menekankan bahwa sinergi antara ormas, TNI, dan Polri telah berjalan konsisten dari tingkat pusat hingga wilayah, mulai dari Polda, kota, hingga Polsek. Kolaborasi ini dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.

“Kita bersama-sama menjaga Jakarta tetap aman dan kondusif. Ini hasil kerja sama antara Polri, TNI, dan seluruh ormas,” tegasnya.
Saat ini, sekitar 150 ormas telah tergabung dalam FLO. Forum ini terus membuka ruang bagi organisasi lain untuk bergabung, sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan kebersamaan dalam bingkai keberagaman. Tidak hanya itu, FLO juga aktif membantu legalitas organisasi serta melakukan kunjungan rutin ke sekretariat anggota guna memperkuat hubungan internal.
“Semua kita rangkul. Ini miniatur Indonesia, ada berbagai suku dan agama. Kita kuat karena Bhineka Tunggal Ika,” tambahnya.

Ke depan, FLO menargetkan penguatan kolaborasi lintas ormas hingga tahun 2027 dan seterusnya. Fokus utama diarahkan pada peningkatan silaturahmi, penguatan soliditas internal, serta respons cepat terhadap potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
“Kita ingin terus memperkuat kebersamaan. Kalau ada masalah, kita selesaikan cepat karena komunikasi sudah terbangun,” pungkas Djuaini.
Dalam dinamika sosial perkotaan yang kompleks, langkah konkret seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni. Ketika komunikasi terjalin dan kepercayaan dibangun, maka stabilitas bukan sekadar harapan—melainkan kenyataan yang terus dirawat bersama.

Kebersamaan yang terjalin hari ini bukan hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga menjadi energi kolektif untuk menjaga Jakarta tetap damai, inklusif, dan berdaya dalam keberagaman.
)***Tjoek / Foto Ist.

