Tea & Food Pairing ‘Menguatkan Rasa’

Share Article :

Uritanet, Jakarta –

Awal Tea & Food Pairing terinspirasi dari Wine & Food Pairing. Tea and Food Pairing atau padu padan teh dan makanan tujuan utamanya untuk meng- enhanced atau menguatkan rasa.

Tea and Food Pairing adalah salah satu materi yang dipelajari seorang Tea Sommelier. Dia harus bisa ngasih rekomendasi kepada tamu teh apa yang cocok dengan makanan yang dipesan.

Tentu saja umumnya padanan dengan makanan ala – ala western, karena memang terinspirasi dari Wine & Food Pairing.

Lantas bagaimana mempadu – padankan ke-khususan teh Indonesia dengan kudapan Indonesia.

Sebut saja, Cold Brew White Tea dengan kue lapis. White Tea yang digunakan berasal dari Gambung. Memiliki aroma floral dan after taste manis madu.

Cocok dengan kue lapis yang terbuat dari tepung beras, tepung kanji dan santan yang dibuat lapis demi lapis dengan warna yang berbeda.

Ketika keduanya dipadukan rasa apa yang dikuatkan?

Begitu pula dengan Indonesian Breakfast dan Lepet kacang merah. Dimana Teh ini terinspirasi dari English Breakfast, teh yang sering diminum berbarengan dengan sarapan sebagai pengganti kopi. Itu sebabnya tehnya harus bold dan biasanya ditambahkan susu.

Baca Juga :  Kecamatan Mustikajaya Gelar Festival Adu Bedug dan Dondang

Walau namanya English Breakfast, sebenarnya pertama kali diperkenalkan di Amerika oleh Richard Davis di kota New York. Teh biasanya blend dari Assam atau Kenya, dengan Keemun dari China.

Sementara perkembangan berikutnya beberapa negara atau Cafe memiliki varians Teh Breakfast sendiri. Indonesian Breakfast adalah campuran teh Jawa dan Sunda.

Pasangan yang legendaris karena keduanya berbeda karakter. Kalau komposisinya tidak pas, bisa terjadi cekcok keduanya. Tetapi kalau komposisinya pas akan menjadi pasangan yang harmonis dan saling mengisi.

Karakter teh jawa yang bold tapi kurang aromatik, akan diisi oleh karakter teh Sunda yang lemah lembut, wangi dan manis.

Sedangkan padanan kudapan yang akan dicoba adalah Lepet atau Leupeut dalam bahasa Sunda. Kudapan ini konon awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dan menyebar dipulau jawa.

Sedikit perbedaan Leupeut ala Sunda menggunakan kacang merah dah dibungkus dengan janur.

Baca Juga :  Penerapan CHSE yang disiplin, Destinasi Wisata Alas Harum Bali Diapresiasi Oleh Menparekraf

Lantas, ketika kedua dipadukan apa yang akan terjadi?

Berikutnya adalah Fragrance of Love dan Dodol Garut. Sering menjadi pertanyaan teh Indonesia itu seperti apa ya? Banyak orang menunjuk teh wangi melati. Bisa jadi karena ini minuman paling banyak dijumpai di Indonesia.

Hanya masalahnya teh wangi itu terlalu sepet dan enaknya dinikmati dengan gula. Fragrance of love menjembatani masalah tersebut. Teh ini dapat dikatakan sebagai East Meet West. Teh Indonesia yang khas di blend dengan wewangian eropa seperti Chamomile, Lavender atau Rose Petal.

Teh ini lebih aromatik dibanding teh wangi tetapi tetap memiliki after taste sepet khas teh Indonesia.

Lalu kenapa dipilih Dodol Garut sebagai padu – padannya?

Dodol Garut, yang berkembang sejak tahun 1929, makin popular ketika memiliki varians rasa yang paling banyak. Sebutlah ada kacang merah, buah-buahan seperi Durian, Strawberry, Sirsak, Nanas, Melon, dan sebagainya.

Kali ini bisa pilih rasa Sirsak dan Nanas. Apa perbedaan keduanya ketika dipadu padankan? Penasaran? Mau tahu atau mau tahu banget? Yuk … silakan mengeksplore-nya.

)**by Bambang Laresolo

Share Article :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *