Indonesia Masuki Era Digital Perlu Talenta Digital Andal dan Mumpuni

Uritanet, Stikosa-AWS – Menteri Kominfo RI, Johnny G. Plate, membuka kegiatan Literasi Digital tersebut secara daring, di hadapan para narasumber dan 500-an peserta yang datang dari SMA Dr. Soetomo Surabaya. Johnny G. Plate mengatakan bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki era digital yang perlu didorong oleh talenta digital yang andal dan mumpuni.

“Perpaduan antara technical skills dengan soft skills akan melahirkan kecakapan yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Perlu diketahui, Indonesia makin cakap digital terus digaungkan oleh pemerintah. Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, pemerintah menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital, bertempat di Diamond Room Grand City Surabaya (31/10). Dan Johnny Plate menambahkan, perpaduan tersebut meliputi technical skills yang dikenal dengan nama DABC Development, Artificial Intelligence, Big Data, Clouds Computer, dan didukung oleh soft skills 4C (Critical thingking, Creativity, Collaboration dan Communication).

“Peluang kecakapan digital tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal. Mengingat kita memiliki SDM yang besar, “imbuh Menkominfo.

Oleh karena itu, dibutuhkan penyiapan SDM yang andal, produktif, dan berdaya saing tinggi sebagai kunci utama bagi terlaksananya transformasi digital nasional, jelas Johnny.

Kegiatan hybrid Literasi Digital 2022 di Surabaya tersebut juga dihadiri Dirjen Aptika (Aplikasi Informatika) Kementerian Kominfo, Samuel A. Pangerapan, serta narasumber dari dosen-dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya(Stikosa-AWS), yang dijuluki kampus media digital.

Tampil sebagai narasumber Meithiana Indrasari, dosen sekaligus Ketua Stikosa-AWS, Eko Pamuji, dosen dan sekaligus Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, M. Adhi Prasnowo, E. Rizky wulandari, dan Muhajir Shultonul Azis, Ketua Relawan Teknologi Informatika dan Komunukasi (RTIK) Surabaya.

Meithiana mengatakan kehadiran Stikosa-AWS memiliki peran penting dalam program makin cakap digital dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo. Selain memiliki kesamaan visi dan misi dalam program literasi digital, para dosen yang menjadi narasumber merupakan instruktur nasional Kementerian Kominfo RI. Dalam kegiatan literasi digital bertema “Tips dan Trik Cara Membuat Konten yang Menarik”, Meithiana berpesan pada para peserta, untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam bermedia sosial, baik dalam pembuatan konten maupun saat membagikan konten digital.

Bahkan ketika konten yang diunggah dihapus secara permanen, rekam jejak digital akan bersifat permanen. Konten-konten yang diunggah secara sembrono, berpotensi melanggar khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, jadikan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan utama nilai-nilai kecakapan digital masyarakat Indonesia, yang semestinya selalu kita angkat dan kita terapkan di ruang digital, imbau Meithiana.

Program Literasi Digital 2022 dari Kementerian Kominfo, terbagi dalam beberapa segmen. Yaitu Segmen Keagamaan, Komunitas, dan Pendidikan. Kegiatan literasi makin cakap digital di lingkungan pendidikan diikuti siswa-siswi SD hingga SMA beserta para gurunya.

M.Irfan, Direktur Perlian, vendor penyelenggara kegiatan mengatakan, pihaknya telah berhasil memenuhi target 150 ribu peserta literasi digital dari beberapa event yang diselenggarakannya secara online maupun hybrid, di Jawa Timur.

“Program literasi digital ini dilakukan secara masif oleh Kementerian Kominfo dengan menggunakan dana APBN yang sangat besar. Angka yang sudah dikeluarkan, mudah-mudahan bisa terkonversi menjadi bekal anak-anak bangsa masa depan. Sehingga materi-materi yang disiapkan dan disampaikan para narasumber, dapat menjadi tools bagi peserta, untuk menghadapi dan menyongsong tantangan di era transformasi digital sekarang dan masa mendatang,” pintanya.

Kegiatan hybrid literasi digital tersebut, juga menghadirkan pelaku konten kreator muda serta influencer media sosial, untuk berbagi tips dan trik konten-konten viral yang menghasilkan “cuan” yang menggiurkan. Peserta tidak hanya mendapatkan literasi tentang konten-konten media sosial yang positif, namun juga mampu menjadi sumber penghasilan yang produktif.

)***dmpr/Tcs

Comment