Tingkatkan Keselamatan Kerja saat di Lapangan, KAI Services Gelar Pembinaan K3 dan P3K di Regional 6 Yogyakarta

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta, 14 Juli 2026. Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan standar keselamatan kerja di lapangan saat menjalankan tugas, KAI Services menggelar pembinaan untuk para frontliner seperti petugas Cuci Kereta, petugas Cleaning, dan Petugas On Trip Cleaning (OTC) yang bertugas di wilayah Regional 6 Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Regional 6 Yogyakarta pada Senin (13/7).

Pembinaan yang diikuti oleh 20 peserta ini bertujuan memberikan pembekalan dari sisi keamanan dalam menjalankan pekerjaan, baik ketika berada di dalam maupun di luar ruangan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Health, Safety, and Environment (HSE) Kantor Pusat KAI Services, Jarwanto, menjelaskan cara pencegahan kecelakaan kerja dan mitigasi risiko di lapangan melalui pemahaman mendalam mengenai prinsip dasar K3, materi Basic Safety for Outsourcing, penanggulangan kondisi darurat seperti kebakaran, serta teori segitiga api.

Peserta juga mendapatkan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah pencegahan dan antisipasi agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.

Menurut Jarwanto, aspek-aspek yang disampaikan dalam pembinaan ini sangat krusial mengingat operasional memiliki karakteristik area kerja dengan tingkat risiko yang tinggi.

“Aspek-aspek yang kami jelaskan ini sangat krusial mengingat operasional memiliki karakteristik area kerja dengan tingkat risiko yang tinggi,” ujar Jarwanto.

Sementara itu, Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan KAI Services berkomitmen mendukung penuh pengembangan kompetensi dan perlindungan seluruh tenaga kerja operasional, termasuk para tenaga alih daya yang bertugas di lini terdepan.

“Tidak hanya teori, dalam Diklat ini juga dilengkapi dengan evaluasi pre-test selama lima menit untuk menyegarkan materi, serta praktik K3 dan P3K langsung setelah pemaparan selesai. Rangkaian pelatihan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan operasional yang aman, responsif, dan nihil kecelakaan (zero accident),” ujar Nyoman.

Setio, salah satu petugas Cuci Kereta, mengungkapkan bahwa pembinaan ini tidak hanya berjalan secara teoritis. Untuk mengukur pemahaman peserta, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti evaluasi pre-test selama lima menit sebelum dilanjutkan dengan sesi praktik langsung K3 dan P3K.

“Melalui simulasi tersebut, diharapkan setiap personel di lapangan memiliki ketangkasan dan mampu melakukan tindakan pertolongan pertama dengan cepat saat kondisi darurat,” ujar Setio.

KAI Services secara konsisten mengedukasi seluruh pekerja lapangan agar selalu waspada, memahami jalur evakuasi, serta mampu mengidentifikasi risiko guna meminimalkan tindakan tidak aman (unsafe act) maupun kondisi tidak aman (unsafe condition). Perusahaan juga menekankan bahwa ketika melihat atau mendeteksi potensi bahaya di lingkungan kerja, seluruh personel wajib segera melaporkannya demi mewujudkan lingkungan kerja yang zero accident.

Melalui pembinaan yang komprehensif ini, KAI Services tidak hanya berfokus pada penguatan teori, tetapi juga pada pembentukan tindakan nyata di lapangan yang adaptif dan preventif. Sinergi antara pemahaman regulasi K3, ketangkasan penanganan P3K, serta dukungan fasilitas pelaporan yang disediakan perusahaan diharapkan mampu menjadikan para peserta sebagai garda terdepan dalam mewujudkan operasional di wilayah Regional 6 Yogyakarta yang aman, efisien, serta mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja.


Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *