Uritanet – Venice, Italia 25 September 2026 Nama Indonesia kembali bergema di panggung internasional melalui kiprah Prof. Dr. Deby Vinski dalam forum bergengsi yang mempertemukan sejumlah pakar dunia di bidang stem cell, regenerative medicine, dan longevity.
Dalam forum tersebut, Prof. Deby berbagi panggung dengan sejumlah pakar internasional, di antaranya Prof. Dr. Elena Baranova, President World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Monaco; Prof. Jaime Rodriguez dari Barcelona; Dr. Daniel Pompa dari Amerika Serikat; serta Dr. Sara Caponigro dari Roma, Italia. Forum tersebut dimoderatori aktor Hollywood Clayton Norcross, yang dikenal luas melalui serial televisi The Bold and the Beautiful.
Kehadiran Prof. Deby tidak sekadar membawa perspektif ilmiah Indonesia mengenai stem cell, regenerative medicine, dan longevity. Ia juga menjadikan panggung internasional tersebut sebagai ruang untuk memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya Nusantara.
Prof. Deby tampil anggun mengenakan kebaya Kutubaru berwarna pink handmade dengan detail payet dari Indonesian Heritage. Busana tersebut dipadukan dengan kain karya Guruh Soekarno Putra serta clutch Ulos kombinasi crocodile dari Dekranasda Medan, Sumatera Utara.
Pilihan busana tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan Prof. Deby, bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern dapat berjalan berdampingan secara harmonis dengan kekayaan budaya Indonesia.
“Saya bangga berdiri di Venice membawa Merah Putih. Saya ingin dunia melihat bahwa Indonesia memiliki ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus budaya yang luar biasa untuk dibanggakan,” ujar Prof. Dr. Deby Vinski.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Deby juga didampingi sahabatnya, Lisa JK, yang turut mengenakan karya busana Indonesia. Kehadiran keduanya memperkuat nuansa kebudayaan Indonesia di tengah forum internasional yang dihadiri para pakar dari berbagai negara.
Ekspansi Sains ke Layar Lebar: Kolaborasi Film Hollywood Berbasis Longevity
Interaksi Prof. Deby di Venice tidak hanya membuahkan jejaring akademis, tetapi juga melahirkan kolaborasi industri kreatif lintas benua.
Berawal dari diskusi bersama para bintang film dunia di Venice yang mengusulkan pengangkatan terapi medis ke dalam karya audio-visual, Prof. Deby selaku produser di Vinski Production dan siap berkolaborasi dengan production house lainnya kini tengah menyiapkan produksi film Hollywood berskala internasional.
Proyek film ini menggandeng aktor Hollywood Clayton Norcross dan Andy Garcia. Mengusung ide cerita unik, film ini memadukan genre romance science dan thriller action yang mengeksplorasi konsep longevity therapy—sebuah pendekatan medis modern yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga membuka lembaran baru kehidupan yang bahagia dan berkualitas.
Proses pengambilan gambar direncanakan mengambil latar keindahan alam dan fasilitas modern Indonesia, mulai dari eksotisme Jimbaran di Bali, kemegahan Vinski Tower di Jakarta, hingga pesona lanskap Pangkalan Bun di Kalimantan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi media edukasi global sekaligus ajang promosi destinasi Indonesia melalui industri perfilman internasional.
Dari Stem Cell hingga Longevity
Di dunia medis internasional, Prof. Deby Vinski dikenal sebagai figur pionir yang aktif membawa isu preventive medicine, regenerative medicine, stem cell, dan longevity ke berbagai forum global.
Kiprahnya juga tercermin dalam pengembangan layanan kesehatan yang mengedepankan privasi dan pelayanan personal bagi para pimpinan negara serta kalangan VVIP.
Vinski Tower dan CELLTECH Stem Cell Centre di Indonesia menjadi bagian utama dari ekosistem layanan yang dikembangkan Prof. Deby. Konsep pelayanan yang memadukan teknologi canggih, kerahasiaan, dan pendekatan personal menjadi karakter utama yang ditonjolkan.
Dari sisi teknologi, Prof. Marhaen Hardjo dari Komite Sel Punca menyampaikan bahwa teknologi Quantum yang diterapkan dalam ekosistem layanan Prof. Deby memiliki keberadaan yang sangat terbatas di tingkat global. Teknologi tersebut, antara lain, dapat diakses di Vinski Tower Indonesia dan salah satu fasilitas medis ternama di Jepang.
Selain itu, layanan stem cell Prof. Vinski telah mendapat pengakuan sebagai Centre of Excellence dari BD, perusahaan teknologi medis asal Amerika Serikat. Pengakuan ini memperkuat positioning CELLTECH Stem Cell Centre Vinski Tower sebagai salah satu pusat layanan yang menerapkan pendekatan berbasis teknologi dalam terapi sel punca.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi medis, Prof. Deby terus menempatkan aspek ilmiah, inovasi, serta standar pelayanan internasional sebagai pilar utama. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kapasitas kedokteran regeneratif Indonesia kepada komunitas internasional.

Membawa Identitas Indonesia ke Forum Global
Kiprah Prof. Deby di Venice memperlihatkan bahwa diplomasi bangsa tidak terbatas pada jalur kenegaraan formal. Ilmu pengetahuan, profesi, karya seni, dan budaya dapat menjadi medium diplomasi lunak (soft diplomacy) untuk mempromosikan Indonesia.
Kebaya, kain Nusantara, hingga aksesori Ulos yang dikenakannya menjadi simbol kebanggaan identitas Indonesia di tengah forum yang mempertemukan para ilmuwan dan profesional dunia.
Dengan demikian, kehadiran Prof. Deby di Venice membawa misi ganda: menonjolkan perkembangan kedokteran regeneratif Indonesia sekaligus memperkenalkan warisan budaya Nusantara di panggung global.
Setelah Venice, agenda internasional Prof. Deby akan berlanjut ke World Consensus di London, yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 15 tahun WOCPM.
Agenda tersebut menjadi momentum berikutnya bagi Prof. Deby untuk mempertemukan gagasan ilmiah, perkembangan teknologi, dan jejaring internasional di bidang preventive medicine, regenerative medicine, serta longevity.
Dari Venice menuju London hingga proyek layar lebar Hollywood, perjalanan ini menjadi bagian dari upaya membawa nama Indonesia dalam perbincangan global mengenai masa depan kesehatan—sebuah masa depan yang memadukan teknologi, inovasi, identitas budaya, dan semangat kebanggaan Merah Putih di mata dunia.
**Benksu

