Jakarta ! Uritanet.com —
Di tengah dinamisnya industri musik tanah air, sebuah kolaborasi lintas warna lahir dari ketidaksengajaan yang manis. Penyanyi multitalenta asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang, secara resmi menggandeng group band De’Jiu untuk memantapkan langkah di panggung musik profesional.
Uniknya, meski tidak memiliki darah keturunan Tionghoa, Icha Yang justru menunjukkan kefasihan luar biasa dalam membawakan deretan tembang Mandarin—sebuah ceruk pasar yang tergolong langka namun memiliki basis pendengar yang sangat loyal.
Pertemuan awal yang terjadi di kawasan bersejarah Kota Tua (Beos), Jakarta, kini berbuah manis. Hanya dalam hitungan latihan yang singkat, Icha Yang bersama De’Jiu berhasil melahap 10 lagu Mandarin sekaligus sebagai persiapan menghadapi berbagai ajang pertunjukan pada bulan depan.
Tak berhenti di situ, mereka bahkan kini siap menjawab tantangan besar untuk menguasai hingga 100 lagu Mandarin.

Kenyamanan Bermusik dan Alasan Strategis Eksplorasi Genre
Eksplorasi Icha Yang di ranah musik Mandarin bukan sekadar ikut-ikutan tren. Selain merasa sangat nyaman secara musikal, Icha menilai ceruk pasar lagu Mandarin di Indonesia menawarkan peluang yang sangat terbuka.
“Pasarnya luas, tetapi tingkat persaingannya relatif sedikit. Hal itu membuat saya jauh lebih nyaman dan percaya diri saat tampil di atas panggung,” ungkap Icha Yang di sela-sela sesi latihan di Jakarta.
Selain faktor pasar, dinamika hak cipta dan regulasi pembawaan lagu di dalam negeri juga membuat Icha Yang memilih untuk lebih berhati-hati saat membawakan karya pop Indonesia komersial milik pencipta lain.
Meski demikian, kecintaannya pada musik nasional tetap menyala. Icha Yang tetap menyisipkan lagu karya sendiri yang bernuansa kebangsaan seperti Indonesia Pusaka dalam daftar pertunjukannya.
Chemistry Nyaris Tanpa Hambatan
Kehadiran Icha Yang, yang cukup fleksibel dan humoris ini mempermudah proses penyatuan visi bersama para personel De’Jiu. Meski awalnya berlatar belakang musik pop barat, para anggota band mampu beradaptasi dengan cepat terhadap ritme dan cengkok lagu Mandarin.
Pihak De’Jiu mengakui bahwa kerja sama ini berjalan sangat responsif dan tanpa hambatan teknis yang berarti.
“Sama sekali tidak ada kendala. Icha sangat cerdas dalam mengeksekusi lagu-lagu Mandarin. Yang terpenting bagi kami adalah menjaga suasana tetap enjoy dan saling mengisi kekurangan satu sama lain,” tutur perwakilan De’Jiu.
Melalui fondasi kekompakan ini, Icha Yang dan De’Jiu optimistis dapat terus melangkah jauh, menghibur pencinta musik dari pelbagai kalangan, serta membuktikan bahwa batasan budaya dan bahasa bukanlah penghalang untuk melahirkan karya yang mampu menghangatkan hati para pendengar.
)**Pray / Tjoek / Foto Ist.
