Melalui ajang ini, Polytron tunjukkan motor listrik bukan sekadar mobilitas ramah lingkungan, tetapi juga personal statement anak muda
Uritanet – Jakarta, 25 Juni 2026 – Rangkaian ajang kreativitas Polytron FOX Berkreasik Design Competition resmi mencapai puncaknya. Kompetisi ini bukan lagi sekadar ajang adu ide, melainkan pembuktian bahwa motor listrik bisa menjadi medium ekspresi paling berani bagi generasi muda Indonesia. Puncaknya, karya pemenang utama, Danael Adi Triandi, berhasil diwujudkan secara nyata pada bodi Polytron FOX 200, memadukan energi tinggi dari dunia basket dengan estetika sneaker culture yang sangat kental.
Berdasarkan data survei Lokadata terhadap 1.500 responden usia 18–34 tahun, sekitar 75 persen Gen Z dan Milenial memiliki minat tinggi untuk beralih ke kendaraan listrik dalam lima tahun ke depan. Menariknya, faktor harga berada di urutan terakhir sebagai alasan tidak membeli. Kondisi ini menjadi peluang untuk memaksimalkan minat sekaligus membangun persepsi bahwa motor listrik dapat mengakomodasi kebutuhan personal mereka, termasuk untuk tampil berbeda dan mencerminkan identitas personal yang kalcer.
Konsep desain karya Danael Adi Triandi dirancang secara khusus untuk mewakili dinamika, ekspresi, dan cara pandang anak muda Indonesia yang progresif. Karya ini memadukan energi tinggi dari dunia bola basket, elemen street culture lokal yang autentik, serta teknologi ramah lingkungan ke dalam livery yang kontemporer dan mencolok pada bodi Polytron FOX 200.
Inspirasi yang diambil dari vibrasi gaya hidup anak muda modern serta estetika sneaker culture global menjadikan motor listrik ini bukan sekadar alat transportasi praktis, melainkan sebuah pernyataan gaya personal yang kuat dan simbol kebanggaan lokal bagi generasi muda.

Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan mobilitas ramah lingkungan dengan gaya hidup anak muda.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar kepedulian lingkungan, tetapi peluang untuk tampil lebih stylish dan kalcer. Melalui kompetisi ini, kami membuktikan bahwa motor listrik adalah sebuah personal statement—sebuah kanvas berjalan yang mencerminkan identitas dan kreativitas pengendaranya. Dengan menjadikannya bagian dari identitas mereka, kami percaya transisi ke EV akan jauh lebih relevan dan masif di kalangan anak muda,” ujar Ilman.
Apresiasi bagi Kreativitas Muda
Keberhasilan kompetisi ini tidak lepas dari proses kurasi ketat yang dilakukan oleh dua tokoh penting dalam dunia seni dan otomotif kalcer, yaitu Hard13 selaku visual artist dan Adega selaku leader Kalcer Skuter serta founder Rainbow Motobuilder. Kehadiran mereka sebagai dewan juri memberikan perspektif yang kaya bagi para peserta dalam memadukan estetika desain dengan tren otomotif terkini.
Selain juara utama, Polytron juga memberikan apresiasi kepada para finalis lainnya atas dedikasi dan kreativitas mereka:
Juara 2 dan 3: Anindyo Kresandana dan Darussalam, masing-masing membawa pulang unit Polytron Luxia Pro i5 Laptop. Juara 4 dan 5: Kadeboyz dan Nur Azizah, masing-masing mendapatkan Polytron 2K Gaming Monitor.
Grand Finalist: M. Firdaus Rahman, Khayfa EF Alam, Hendrik Yudha Prasetio, dan Rinaldy Bergas Sampurno, yang masing-masing menerima voucher MAP senilai Rp1.000.000.

Polytron berharap, melalui kesuksesan kompetisi perdana ini, semangat transisi energi hijau dapat terus berjalan secara masif di kalangan anak muda dengan cara yang stylish dan membanggakan. Bagi para peserta yang belum berhasil pada tahun ini, Polytron mengajak untuk tetap bersiap mengikuti ajang FOX Berkreasik edisi selanjutnya.
**Benksu

