Uritanet – JAKARTA 27 April 2026 Presiden Prabowo Subianto kembali merapikan formasi Kabinet Merah Putih menjelang pertengahan tahun pemerintahan 2024–2029. Dalam pelantikan yang digelar di Istana Negara, Senin (27/4/2026), perombakan kali ini tidak sekadar mengisi kursi jabatan, tetapi juga menandai pergeseran fokus pemerintah ke isu lingkungan, pangan, dan komunikasi publik.
Salah satu sorotan utama datang dari penunjukan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Tokoh buruh yang lama dikenal lewat isu ketenagakerjaan itu kini dipercaya memimpin sektor yang tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari pengelolaan sampah, pencemaran, hingga pengendalian lingkungan berbasis daerah. Pengangkatan Jumhur tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 51/P Tahun 2026.
Masuknya Jumhur memberi pesan bahwa Presiden mulai mendorong pendekatan baru di sektor lingkungan: bukan semata teknokratis, tetapi juga sosial. Isu lingkungan kini tak lagi berdiri sendiri sebagai agenda konservasi, melainkan bersinggungan langsung dengan tata kota, kesehatan publik, dan kesejahteraan masyarakat.
Posisi yang ditinggalkan Jumhur diisi melalui pergeseran pejabat internal. Hanif Faisol Nurofiq yang sebelumnya memimpin Kementerian Lingkungan Hidup, kini digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan. Rotasi ini memperlihatkan bahwa isu pangan tetap menjadi prioritas strategis pemerintah, terutama di tengah tekanan distribusi, produksi, dan stabilitas pasokan nasional.
Di saat bersamaan, Presiden juga membenahi simpul komunikasi politik di lingkar dalam Istana. Hasan Nasbi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sementara Muhammad Qodari dipercaya memimpin Badan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini menandakan upaya memperkuat narasi pemerintah di tengah kebutuhan komunikasi publik yang makin cepat dan terfragmentasi.
Nama lain yang ikut masuk dalam formasi baru adalah Dudung Abdurachman. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu kini menjabat Kepala Staf Presiden, menggantikan Muhammad Qodari yang bergeser ke Badan Komunikasi Pemerintah. Sementara itu, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.
Di hadapan Presiden dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pejabat baru mengucapkan sumpah jabatan sebelum menandatangani berita acara pelantikan. Prosesi berlangsung singkat, namun memberi sinyal kuat bahwa evaluasi kabinet terus berjalan, dengan penyesuaian diarahkan pada sektor yang dinilai paling menentukan efektivitas pemerintahan ke depan.
Alih-alih sekadar bongkar pasang kursi, reshuffle kali ini memperlihatkan pola konsolidasi: memperkuat sektor yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan publik. Dari lingkungan hidup, ketahanan pangan, hingga komunikasi pemerintahan, Prabowo tampak mulai menata ulang titik-titik yang paling menentukan persepsi dan kinerja kabinet di mata masyarakat.
**Benksu

