Respons Cepat KAI Daop 7 Madiun Hentikan Aksi Vandalisme Kereta Api, Pelaku Anak Diberi Pembinaan

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Madiun, 25 Januari 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun bergerak cepat menangani aksi vandalisme berupa pelemparan batu terhadap Kereta Api Jayakarta Premium relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen. Berkat respons sigap petugas, para pelaku yang masih berusia anak berhasil diamankan tak lama setelah kejadian.

Insiden pelemparan terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 16.10 WIB di petak jalan Bagor–Saradan. Akibat kejadian tersebut, kaca rangkaian kereta Premium 6 mengalami kerusakan. Meski demikian, perjalanan kereta tetap dapat dilanjutkan dengan aman dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa laporan kejadian segera ditindaklanjuti oleh tim pengamanan setelah informasi diterima dari Pusat Pengendalian Operasi.

“Begitu laporan masuk, petugas pengamanan langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Ini bagian dari komitmen KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Tohari, Minggu (25/1).

Hasil penyisiran tersebut membuahkan hasil. Empat anak berhasil diamankan di sekitar KM 120+7 petak Bagor–Nganjuk. Dari pemeriksaan awal, dua anak mengakui telah melakukan pelemparan, bahkan terlibat dalam kejadian serupa sehari sebelumnya di lokasi yang berdekatan.

Selanjutnya, para anak tersebut dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk dimintai keterangan dan kemudian diserahkan kepada Polsek Nganjuk Kota dengan pendampingan orang tua masing-masing. Melalui koordinasi dengan kepolisian, penyelesaian kasus ditempuh lewat jalur mediasi, mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur.

Dalam kesepakatan tersebut, orang tua pelaku bertanggung jawab mengganti biaya kerusakan kaca kereta. Selain itu, disepakati pula pengawasan lebih ketat terhadap anak-anak yang bersangkutan sebagai bentuk pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Tak berhenti sampai di situ, KAI Daop 7 Madiun juga menyiapkan langkah pencegahan jangka panjang melalui sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api ke sekolah para pelaku pada pekan depan. Edukasi ini ditujukan untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bermain di sekitar jalur rel serta konsekuensi hukum dari aksi vandalisme.

“Kami ingin kejadian ini menjadi pembelajaran bersama. Pelemparan kereta api sangat berbahaya, baik bagi penumpang, awak kereta, maupun pelaku itu sendiri,” tegas Tohari.

KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan perjalanan kereta api dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel dan segera melapor kepada petugas jika melihat potensi gangguan keamanan. Keselamatan perjalanan kereta api, menurut KAI, merupakan tanggung jawab bersama.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *