Surya Utama Anggota Komisi IX DPR RI Tegaskan Peran Keluarga sebagai Benteng Bangsa dalam Sosialisasi Program Bangga Kencana di Jakarta

Bagikan ke orang lain :

Jakarta (Uritanet) :

Suasana Aula Masjid Darul Mugorrobien RPI, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 November 2025, dipenuhi energi positif ketika ratusan masyarakat mengikuti Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar oleh BKKBN bersama Komisi IX DPR RI. Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kembali makna keluarga sebagai pusat tumbuhnya generasi hebat Indonesia.

Dalam sesi pemaparan, Surya Utama, S.I.P, Anggota Komisi IX DPR RI, menyoroti kasus bom yang terjadi di salah satu SMA Negeri di Jakarta. Menurutnya, dugaan keterlibatan siswa dalam aksi berbahaya tersebut menjadi alarm keras bagi semua elemen bangsa. Ia menekankan bahwa tragedi itu bukan sekadar tindakan individu, melainkan sinyal adanya elemen masyarakat yang terabaikan: fungsi keluarga.

“Di dalam keluarga ada delapan fungsi yang harus hidup, dan salah satu yang paling mendasar adalah fungsi cinta kasih,” ujarnya. Fungsi ini mengajarkan anak tentang perlindungan, kehangatan, dan perhatian. Ketika cinta kasih hilang—biasanya dipicu ketidakharmonisan ayah dan ibu—anak kehilangan jangkar emosional yang membentuk karakter.

Surya Utama mengingatkan bahwa memanggil anggota keluarga dengan kata-kata penuh kasih, seperti sayang, bungaku, atau matahariku, adalah bagian kecil dari cinta besar yang menyelamatkan. “Tidak ada sosok yang menggantikan ayah. Tidak ada peran yang melampaui ibu,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kini Indonesia memiliki Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) di bawah kepemimpinan Menteri Wihaji, yang memfokuskan diri pada pembangunan keluarga dari lahir hingga akhir hayat. Program bersama Komisi IX ini hadir untuk mengingatkan bahwa setiap pembangunan bangsa selalu bermula dari rumah.

Stunting: Isu Kependudukan yang Menentukan Masa Depan Bangsa

Sementara itu narasumber kedua, Dra. Maria Ernawati, MM, selaku Plt. Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga – BKKBN, menjelaskan kondisi terkini kependudukan Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa pengendalian penduduk berjalan baik dengan rata-rata jumlah anak per ibu yang berada di angka ideal, yaitu TFR 2,1.

Namun, tantangan terbesar hari ini bukan jumlah, melainkan kualitas. Isu stunting masih menjadi pekerjaan besar karena menyangkut masa depan generasi Indonesia.

“Stunting adalah kegagalan tumbuh dan berkembang akibat kekurangan gizi kronik pada 1000 hari pertama kehidupan — sejak 270 hari di kandungan hingga 730 hari setelah lahir,” jelasnya.

Dampaknya bukan hanya tubuh pendek, tetapi juga perkembangan otak yang terhambat sehingga mempengaruhi kecerdasan.

Maria menggarisbawahi bahwa perhatian pada gizi harus dimulai sejak calon pasangan menikah, bahkan sejak remaja. Ia mengingatkan para pria untuk mengurangi rokok karena sangat mempengaruhi kualitas sperma dan peluang memiliki anak yang sehat.

Lima Program Unggulan Kemendukbangga untuk Keluarga Indonesia

Ia kemudian memaparkan lima program strategis yang dirancang sebagai upaya menghadirkan keluarga yang bahagia, mandiri, dan produktif:

GENTING – Menyasar keluarga dengan potensi stunting untuk didampingi secara intensif.

TAMASYA – Menjawab fenomena childfree dan ketakutan memiliki anak dengan menghadirkan fasilitas daycare yang aman dan layak.

GATI – Mendorong pengasuhan oleh ayah, karena keterlibatan ayah terbukti memperkuat karakter dan rasa percaya diri anak.

SIDAYA – Menghadirkan program untuk lansia yang unggul, sehat, dan mandiri di wilayah masing-masing.

SUPERAPPS – Platform digital yang menyediakan informasi dan konsultasi keluarga sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, presisi, dan mudah diakses.

Program-program ini diharapkan menjadi ekosistem penguatan keluarga dari berbagai sisi, sehingga tidak ada keluarga yang merasa berjalan sendiri.

Acara sosialisasi ini menegaskan satu hal penting: masa depan bangsa berada di tangan keluarga yang kuat. Ketika cinta kasih tumbuh, komunikasi terjaga, nutrisi diperhatikan, dan pengasuhan berjalan sehat, maka anak-anak Indonesia akan hadir sebagai generasi penuh percaya diri, sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan.

Di tengah derasnya perubahan zaman, keluarga adalah ruang pulang yang tidak tergantikan—dan di sanalah Indonesia sesungguhnya dibangun.

Keluarga hebat melahirkan bangsa kuat. Itulah fondasi yang tidak boleh retak. Dan itulah komitmen Bangga Kencana hari ini.

)*** Tjoek / Foto Ist

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *