BKKBN Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasi Program Bangga Kencana di Bandar Lampung: Dorong Peran Ayah hingga KB Pria

Bagikan ke orang lain :

BANDAR LAMPUNG ! Uritanet.com —

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung bekerja sama dengan Komisi IX DPR RI dan Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja. Agenda strategis tersebut berlangsung di Gedung Balai Krakatau, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung, pada Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn., Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandar Lampung Henny Maryuniwati, S.S.T.P., M.M., Ketua Tim Kerja Penggerak Masyarakat dan Pengelolaan Tenaga Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Meriyanti, S.Pd., M.M., serta Camat Langkapura Andi Darma Putra.

Penguatan Akses Pelayanan KB dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Dalam pemaparannya, Plt. Kepala Dinas DPPKB Kota Bandar Lampung, Henny Maryuniwati, S.S.T.P., M.M., menegaskan pentingnya kesadaran ber-KB untuk meningkatkan kualitas kesehatan pasangan suami istri. Dalam momentum sosialisasi ini, Mobil Unit Pelayanan (Muyan) KB turut disiagakan di lokasi agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan KB secara optimal dan gratis.

Henny menjelaskan bahwa penerapan program KB memberi ruang bagi para ibu untuk fokus merawat diri sekaligus menjaga kesehatan mental dan fisik.

Pengaturan jarak kehamilan yang ideal juga memberikan kesempatan emas bagi setiap anak untuk memperoleh kasih sayang serta perhatian penuh dari orang tua.

“KB bukan bertujuan menghalangi keinginan memiliki keturunan, melainkan menjadi solusi konkret untuk mencegah, menunda, dan mengatur jarak kehamilan agar terhindar dari risiko 4 Terlalu (4T): Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, dan Terlalu Banyak,” ujar Henny.

Ia menambahkan, pilihan metode kontrasepsi sangat beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan hormon maupun fisik setiap individu.

Akses fasilitas KB ini dapat diperoleh secara mudah melalui kader lapangan, Penyuluh KB (PKB/PLKB), maupun kunjungan mandiri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Selain itu, Henny menyoroti perlunya pergeseran tren partisipasi KB di tengah masyarakat. Menurutnya, tanggung jawab KB bukan lagi semata-mata beban wanita.

Pria kini didorong aktif melakukan KB, baik menggunakan metode kontrasepsi kondom untuk jangka pendek maupun Metode Operasi Pria (MOP/vasektomi) untuk jangka panjang.

Penanganan Stunting dan Penguatan Ketahanan Keluarga Mumpuni

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penggerak Masyarakat dan Pengelolaan Tenaga Lini Lapangan Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Meriyanti, S.Pd., M.M., memaparkan bahaya stunting yang secara fisik terlihat dari keterlambatan pertumbuhan badan serta kemampuan kognitif anak yang lebih lambat dibanding usia sebayanya.

Guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Provinsi Lampung yang masih membutuhkan intervensi terpadu, BKKBN menjalankan Program “Genting” (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

Program ini memfokuskan intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui sinergi lintas sektor, baik perseorangan maupun organisasi.

BKKBN Provinsi Lampung juga meluncurkan serangkaian program inovatif berbasis siklus hidup keluarga di antaranya yakni ;

* Program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Mendorong keterlibatan aktif sosok ayah dalam pengasuhan anak. Ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi hadir nyata sebagai pelindung dan teladan keluarga.

* Program TAMASYA (Taman Asuh Ceria): Menyediakan layanan penitipan anak dengan standar pengasuhan dan pendidikan terstruktur. Layanan ini mengoptimalkan stimulasi motorik halus dan kasar balita, sekaligus memberikan ketenangan bagi orang tua saat bekerja.

* PIK-Remaja (Pusat Informasi dan Konseling Remaja): Membekali generasi muda dengan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksual secara komprehensif sejak dini.

* Program Lansia Berdaya: Menghadirkan 10 Sekolah Lansia di Provinsi Lampung untuk memfasilitasi kelompok lansia agar tetap mandiri, produktif, dan berdaya.

Meriyanti menggarisbawahi bahwa pergeseran narasi BKKBN dari slogan klasik “Dua Anak Lebih Baik” menjadi “Dua Anak Lebih Sehat” mencerminkan komitmen pemerintah terhadap kualitas tumbuh kembang anak.

Dengan jumlah anak yang terencana, keluarga dapat mencurahkan perhatian, nutrisi, dan kasih sayang secara optimal.

Sinergi Parlemen: Dorong Kesetaraan Gender dalam Program KB

Mendukung arah kebijakan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian, S.H., M.Kn., menekankan pentingnya keterlibatan aktif kaum pria dalam program keluarga berencana.

Menurutnya, keberhasilan program Bangga Kencana memerlukan komitmen bersama antara suami dan istri.

Rahmawati menegaskan bahwa kesadaran pria untuk ber-KB merupakan langkah nyata dalam membangun kesetaraan tanggung jawab kesehatan reproduksi di dalam rumah tangga, sehingga beban perencanaan keluarga tidak hanya ditumpukan kepada kaum wanita.

Sosialisasi Program Bangga Kencana di Kecamatan Langkapura menjadi tonggak penting transformasi ketahanan keluarga di Bandar Lampung.

Sinergi antara Komisi IX DPR RI, BKKBN Provinsi Lampung, dan Pemkot Bandar Lampung membuktikan bahwa penguatan keluarga tidak hanya berfokus pada pengendalian laju penduduk, tetapi mencakup edukasi stunting 1000 HPK, keterlibatan aktif ayah, keterlibatan KB pria, hingga pemberdayaan lansia.

Langkah holistik ini menjadi pondasi utama terciptanya generasi Lampung yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

) **Tjoek / Foto Ist.

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *