PURWOREJO, JAWA TENGAH! Uritanet.com—
Langkah nyata percepatan penurunan angka stunting dan penguatan ketahanan keluarga terus diperkuat di tingkat lokal. Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Jawa Tengah serta Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdaldukkb) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan agenda “Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja”.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ini menjadi momentum strategis dalam mengintegrasikan kebijakan nasional langsung ke tengah masyarakat.

Kolaborasi Strategis Demi Keluarga Sejahtera
Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menegaskan bahwa forum edukasi ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang pembekalan ilmu aplikatif bagi setiap keluarga.
“Kami berharap materi yang disampaikan BKKBN tidak berhenti di ruang pertemuan ini, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus mempersiapkan anak-anak menjadi generasi yang berkualitas. Melalui sinergi program Kemendukbangga, kita optimistis dapat mengentaskan stunting di Kabupaten Purworejo demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” ujar Vita Ervina di hadapan para peserta.
Penguatan Delapan Fungsi Keluarga dan Peran Ayah
Ketua Tim Kerja Mekanisme Operasional dan Monev TPK BKKBN Jawa Tengah, Ridwan Fadjri, memaparkan tiga pilar utama Program Bangga Kencana, yakni pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Menurutnya, pembangunan keluarga bermula dari optimalisasi delapan fungsi keluarga:
1. Fungsi Agama
2. Fungsi Sosial Budaya
3. Fungsi Cinta Kasih
4. Fungsi Perlindungan
5. Fungsi Reproduksi
6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
7. Fungsi Ekonomi
8. Fungsi Pembinaan Lingkungan
Ridwan menggarisbawahi pentingnya keseimbangan peran orang tua. Keterlibatan aktif ayah dan ibu secara beriringan sangat menentukan pemenuhan kebutuhan kasih sayang dan perhatian anak di rumah. Mengenai kependudukan dan KB, beliau menegaskan bahwa Program KB berfokus pada edukasi serta perencanaan matang sebelum memiliki momongan.
Mencegah Stunting Melalui Pengaturan Jarak Kelahiran dan Gizi Optimal
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja Data dan Informasi (Datin) Kemendukbangga/BKKBN Jawa Tengah, Iwan Dwi Antoro, meluruskan pemahaman publik terkait esensi Keluarga Berencana.
“Program KB bukan bertujuan membatasi jumlah kelahiran, melainkan mengatur jarak kehamilan. Langkah ini penting agar kondisi fisik dan mental ibu serta anak tetap terjaga sehat sekaligus efektif mencegah stunting,” jelas Iwan.
Iwan mengimbau masyarakat untuk bergotong royong memenuhi gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah dua tahun (baduta). Pemenuhan asupan gizi seimbang, terutama protein hewani dan lemak sehat, sangat krusial dalam mendukung perkembangan sel otak anak pada periode emas pertumbuhannya.
Tren Positif Penurunan Stunting di Grabag dan Tantangan Edukasi
Kabar baik disampaikan oleh Perwakilan Dinsosdaldukkb Kabupaten Purworejo, Hanuke Ari Rakhmawati Budhiarti. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Kecamatan Grabag mengalami penurunan pada tahun 2026.
Hanuke mendorong agar cakupan Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) dapat diperluas, tidak hanya menyasar anak sekolah tetapi juga mencakup baduta, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ia juga menyoroti aspek ketahanan sosial keluarga:
* Peran Ayah dan Pencegahan Isu Sosial: Keterlibatan ayah dalam komunikasi serta pendidikan anak terbukti ampuh mencegah permasalahan sosial, seperti perundungan (bullying) hingga depresi pada remaja.
* Kesehatan Lansia: Para lansia diimbau untuk terus menjaga pola makan dan gaya hidup sehat agar tetap produktif dan berdaya.
* Edukasi Kontrasepsi Pria: Hanuke menyinggung tantangan program KB Pria di Purworejo, di mana stigma keliru yang menyamakan vasektomi dengan kebiri masih menjadi hambatan utama yang perlu diluruskan bersama.
Sinergi lintas sektr antara Komisi IX DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN Jawa Tengah, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo terbukti menjadi motor penggerak efektif dalam menurunkan angka stunting di Kecamatan Grabag.
Melalui optimalisasi delapan fungsi keluarga, pemenuhan gizi protein hewani bagi baduta, serta edukasi perencanaan keluarga yang inklusif, masyarakat Purworejo siap melangkah maju melahirkan generasi emas yang tangguh, sehat, dan berdaya saing.
) ***Tjoek/ Foto Ist.
