Uritanet – Tangerang, 16 September 2026 – Perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) mulai menjadi bagian penting dalam transformasi industri kecantikan Indonesia. Perubahan tersebut akan menjadi salah satu sorotan dalam penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia 2026 yang berlangsung pada 1–3 Oktober 2026 di Hall 5-9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Memasuki edisi ke-19, Cosmobeauté Indonesia tidak hanya menghadirkan produk kosmetik dan perawatan kecantikan, tetapi juga memperluas cakupan pada teknologi, formulasi, manufaktur, hingga solusi digital yang mendukung perkembangan industri.
Penyelenggara menyiapkan area pameran seluas 25.000 meter persegi dengan melibatkan lebih dari 600 perusahaan dan 1.550 brand dari berbagai negara. Ajang ini menargetkan sekitar 20.000 profesional industri dengan lebih dari 60 program pendukung.
Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia Kristi Wulandari mengatakan pertumbuhan industri kecantikan membutuhkan ekosistem yang semakin terhubung, termasuk akses terhadap teknologi, pengetahuan, kompetensi, serta jejaring bisnis.
“Melalui Cosmobeauté Indonesia dan puluhan program yang kami hadirkan di dalamnya, kami ingin mempertemukan berbagai bagian dari ekosistem tersebut, mulai dari brand, produsen, supplier, pembeli, profesional, hingga para ahli,” ujar Kristi.
Salah satu perkembangan yang mendapat ruang khusus tahun ini adalah Beauty Tech & AI. Segmen tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam industri kecantikan, mulai dari pengembangan produk hingga proses bisnis dan pengalaman konsumen.
Selain teknologi, Cosmobeauté Indonesia 2026 memperluas cakupan pada Ingredients & Formulation dan Machinery, yang berkaitan dengan inovasi bahan baku, pengembangan formula, serta teknologi produksi.
Transformasi industri juga dibahas melalui program Beauté Speak dan Supply Chain Academy. Materinya mencakup regulasi, perkembangan ilmiah, tren pasar dan konsumen, transformasi digital, serta manufaktur.
Dari sisi bisnis, penyelenggara kembali menghadirkan Beauté Meeting, program business matching yang mempertemukan peserta dengan buyer, supplier, dan calon mitra berdasarkan kebutuhan bisnis.
Pada penyelenggaraan 2025, Beauté Meeting mempertemukan 436 buyer dari enam negara dalam 797 pertemuan bisnis. Data tersebut menjadi gambaran tingginya kebutuhan terhadap platform yang dapat mempertemukan pelaku industri dengan calon mitra dan pemasok.

Sementara itu, aspek pengembangan kompetensi dihadirkan melalui Beautéducation, yang mencakup seminar, pelatihan praktik, workshop, hingga program sertifikasi di bidang kecantikan, kuku, rambut, estetika, parfum, salon, dan spa.
Cosmobeauté Indonesia 2026 juga memperluas inklusivitas melalui Cosmo Inclusive Makeup Class dan Cosmo Inclusive Barber Class untuk membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas mengembangkan keterampilan dan berpartisipasi dalam industri kecantikan.
Pengalaman langsung pengunjung turut diperkuat melalui Beauté Live, Beauté Spot, serta Cosmobeauté Experience Connect. Pengunjung dapat menyaksikan demonstrasi, kompetisi, pertunjukan tata rias dan rambut, hingga mencoba layanan seperti massage, nail art, serta pemeriksaan rambut dan kulit.
Perluasan kategori tahun ini juga mengikuti perkembangan kebutuhan pasar. Selain Beauty Tech & AI, Cosmobeauté Indonesia menghadirkan segmen Hair Zone, Men’s Products, Dental Aesthetics, Mother & Baby, Senior Wellness, Wellness Solution, dan Finished Products.
Dengan cakupan tersebut, Cosmobeauté Indonesia 2026 diarahkan tidak hanya sebagai tempat memperkenalkan produk kecantikan, tetapi juga sebagai ruang bertemunya teknologi, inovasi, pengetahuan, manufaktur, dan kebutuhan bisnis dalam satu ekosistem industri.
Pameran ini sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan industri kecantikan semakin berkaitan erat dengan kemampuan pelaku usaha mengadopsi teknologi, memahami perubahan perilaku konsumen, serta membangun kolaborasi di sepanjang rantai pasok.
**Benksu
