Teknologi dan Inovasi Jadi Penggerak Transformasi Industri Berkelanjutan di IEE Series 2026

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta, 16 September 2026 – Teknologi dan inovasi semakin menjadi bagian penting dalam upaya industri Indonesia melakukan transformasi menuju proses bisnis yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hal tersebut terlihat dalam rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang mempertemukan pelaku industri energi, engineering, manufaktur, pertambangan hingga utilitas.

Rangkaian IEE Series 2026 ditutup melalui IEE Series – Engineering Week 2026 yang berlangsung 9–12 September di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Sebelumnya, agenda serupa digelar di Balikpapan dan Surabaya.

Di Jakarta, sektor energi dan engineering dipertemukan dalam ekosistem industri berskala besar. Selama dua pekan penyelenggaraan yang mencakup Energy Week pada 2–5 September dan Engineering Week pada 9–12 September, IEE Series menghadirkan lebih dari 2.100 perusahaan dari 38 negara dan kawasan.

Total area pameran mencapai lebih dari 108.000 meter persegi dengan jumlah pengunjung profesional lebih dari 75.000 orang. Selain pameran teknologi dan produk, rangkaian kegiatan juga menghadirkan 10 hybrid stages dengan 47 sesi seminar yang melibatkan 279 thought leaders serta dukungan 61 asosiasi dan mitra industri.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito mengatakan, transformasi industri tidak hanya berkaitan dengan penerapan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan konektivitas antarpelaku industri.

“Bagi kami, sustainability dalam industri tidak hanya berbicara tentang bagaimana teknologi dan proses menjadi lebih efisien, tetapi juga bagaimana ekosistem industri dapat terus terhubung dan berkembang,” ujar Hanung.

Teknologi Ramah Lingkungan hingga Digitalisasi Pameran

Salah satu penerapan prinsip keberlanjutan terlihat melalui program Better-Stands, yang memberikan apresiasi kepada peserta yang menerapkan konsep berkelanjutan dalam pembangunan stan.

Pada Engineering Week 2026, penghargaan tersebut diberikan kepada Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), Urip Gumulya, dan Hamure.

PT Urip Gumulya, misalnya, memanfaatkan layar digital dan LED screen untuk mengurangi penggunaan material sekali pakai. Perusahaan yang bergerak di bidang water management tersebut juga mengintegrasikan prinsip pengelolaan lingkungan melalui standar ISO 14001.

Sementara Hamure menggunakan konsep rumah modular sebagai bagian dari stan pameran. Produk tersebut dapat dibongkar dan digunakan kembali setelah pameran sehingga material konstruksi tidak menjadi limbah.

Pendekatan berbeda diterapkan DCVI dengan menggunakan kembali material konstruksi stan dari pameran sebelumnya. Perusahaan juga menampilkan Mercedes-Benz Truck “Bagong”, kendaraan yang telah digunakan di Indonesia sejak dekade 1970–1980 dan masih beroperasi di sejumlah wilayah.

“Bagi kami, sustainability juga dapat diwujudkan selain melalui reuse, tetapi juga melalui peningkatan durability dan pemanfaatan produk dalam jangka panjang,” kata Faustina, Head of Sales, Product and Marketing DCVI.

Berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa teknologi keberlanjutan tidak selalu berupa teknologi baru. Optimalisasi material, penggunaan kembali komponen, digitalisasi media informasi hingga peningkatan usia pakai produk juga menjadi bagian dari pendekatan teknologi yang lebih efisien.

Menghubungkan Teknologi dengan Talenta Muda

Transformasi teknologi industri juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan sekaligus mengembangkan teknologi tersebut.

Karena itu, IEE Series 2026 turut membuka akses bagi pelajar dan mahasiswa melalui program Connecting the Disconnected. Selama dua pekan penyelenggaraan di Jakarta, program Student Visit tersebut mempertemukan 1.439 pelajar dan mahasiswa dari 22 institusi pendidikan dengan pelaku industri energi dan engineering.

Program ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melihat perkembangan teknologi secara langsung serta memahami kebutuhan industri.

Selain transfer pengetahuan, IEE Series juga memperluas aspek keberlanjutan melalui kegiatan sosial.

Teknologi, Industri dan Kontribusi Sosial

Rangkaian Engineering Week ditutup dengan IEE Run for Charity 2026, kegiatan lari 5K yang berlangsung di area GPN JIExpo Kemayoran pada 12 September dan diikuti 500 peserta.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung program beasiswa mahasiswa di bidang energi dan engineering serta melibatkan komunitas pelari penyandang disabilitas.

Country General Manager Pamerindo Indonesia Lia Indriasari mengatakan, hasil kegiatan tersebut akan mendukung tiga institusi pendidikan, yakni Universitas Teknologi Sumbawa, Institut Teknologi Kalimantan, dan Institut Teknologi Sumatera.

“IEE Run for Charity sangat bermakna bagi kami. Kegiatan ini bukan hanya mengajak peserta berkompetisi secara sportif dan menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi kami terhadap pendidikan di Indonesia,” ujar Lia.

Sebelum mencapai Jakarta, IEE Series 2026 juga mempertemukan pelaku industri di Balikpapan dan Surabaya.

Di Balikpapan pada Juni, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 4.700 pelaku industri pertambangan, konstruksi, serta minyak dan gas dengan kehadiran lebih dari 200 merek dari 10 negara.

Sementara Indonesia Energy Week di Surabaya pada Juli mempertemukan sektor ketenagalistrikan, air, utilitas, manufaktur dan agrikultur. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 200 eksibitor dari 17 negara dan dikunjungi lebih dari 9.700 pengunjung profesional.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bagaimana teknologi dan kebutuhan industri semakin terhubung lintas sektor. Teknologi pengelolaan air, manufaktur, energi, konstruksi, pertambangan maupun engineering memiliki ruang untuk saling mendukung dalam membangun rantai industri yang lebih efisien.

Hanung mengatakan, IEE Series akan kembali digelar pada 2027 dengan agenda yang lebih luas dan inovatif.

“IEE Series bukan sebagai rangkaian pameran yang selesai ketika acara berakhir, tetapi sebagai platform yang terus membangun koneksi antara industri, teknologi, pengetahuan, dan manusia,” katanya.

Dengan berakhirnya Engineering Week pada 12 September, IEE Series 2026 resmi ditutup. Namun, konektivitas yang dibangun melalui pameran, pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta penerapan teknologi diharapkan terus berlanjut menjadi kolaborasi di sektor industri.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *