Tim Universitas Indonesia Bangun Keterampilan Digital melalui Rural Digital Innovation Lab, Lanjutkan Dampak lewat Digital Service Team

Bagikan ke orang lain :

Karangasem, Bali —

Selama satu bulan terakhir, sebanyak 30 pemuda Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem mengikuti rangkaian Program Rural Digital Innovation Lab (RDIL) 2026, sebuah program pemberdayaan berbasis keterampilan digital yang diinisiasi oleh Tim Universitas Indonesia melalui dukungan KPP Mining Youth In Action.

Program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi pemuda desa, mulai dari keterbatasan akses terhadap keterampilan digital, peluang kerja, hingga kebutuhan transformasi digital pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis komunitas, peserta tidak hanya memperoleh materi di kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam mendampingi UMKM untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan.

Peserta mengikuti berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari pengenalan keterampilan digital, desain menggunakan Canva, copywriting, fotografi produk, pengelolaan media sosial, hingga praktik langsung bersama 9 UMKM mitra. Didampingi oleh 10 mentor, peserta menghasilkan berbagai luaran berupa desain promosi, poster, flyer, landing page, hingga strategi digital sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM.

Ketua Program RDIL, I Made Dyanta Anwar, menjelaskan bahwa RDIL dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan digital, tetapi sebagai ruang belajar yang menghubungkan keterampilan dengan pengalaman kerja nyata.

“Kami melihat bahwa anak-anak di Desa Pempatan memiliki potensi yang besar, namun belum banyak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Melalui RDIL, kami ingin membuka ruang agar mereka dapat belajar, berkarya, sekaligus memberikan dampak bagi UMKM di sekitar mereka,” ujarnya.

Selain menghasilkan berbagai karya digital, evaluasi program juga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta disertai tumbuhnya rasa percaya diri, dan kesiapan kerja.

Puncak kegiatan berlangsung pada 31 Mei 2026 melalui RDIL Showcase & Mini Expo, yang menjadi ruang apresiasi bagi peserta untuk mempresentasikan hasil pendampingan kepada mitra, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperlihatkan bagaimana keterampilan digital dapat menjadi solusi nyata bagi pengembangan UMKM di tingkat desa.

Namun, RDIL tidak berhenti pada pelatihan dan pameran hasil karya. Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim Universitas Indonesia bersama peserta meluncurkan Digital Service Team, sebuah tim layanan digital yang beranggotakan alumni RDIL untuk mendampingi UMKM dalam pengembangan media sosial, desain promosi, branding, serta kebutuhan digital lainnya.

Peserta diharapkan melalui Digital Service Team dapat terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama program, membangun portofolio profesional, serta memperoleh pengalaman kerja nyata melalui proyek-proyek bersama UMKM.

Inisiatif ini juga menjadi upaya menjaga keberlanjutan dampak program sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi pemuda desa. Program Rural Digital Innovation Lab menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari perubahan yang besar.

Kesempatan untuk belajar, ruang untuk berkarya, dan kolaborasi dengan berbagai pihak mampu menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi muda desa yang lebih percaya diri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia digital.

Desa punya potensi. Pemuda butuh kesempatan.

)**Tim Universitas Indonesia

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *