Uritanet – Jakarta 20 Juni 2026 Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication & Business menunjukkan peran aktif generasi muda dalam melestarikan budaya Betawi melalui program bertajuk Sorak Betawi Condet. Kegiatan yang berlangsung sejak 5 Juni 2026 hingga puncak acara pada 20-21 Juni 2026 di Balai Budaya Condet, Kelurahan Balekambang, Jakarta Timur, menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, komunitas budaya, dan pemerintah setempat dalam menjaga warisan budaya Betawi.
Ketua Pelaksana Sorak Betawi Condet, Nailah Inayah Humail, mengatakan program tersebut hadir untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya Betawi melalui pendekatan yang edukatif, kreatif, dan dekat dengan generasi muda.

“Melalui Sorak Betawi Condet, kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya Betawi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan yang dekat dengan masyarakat dan generasi muda,” ujar Nailah saat puncak acara, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kesadaran bahwa budaya Betawi merupakan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, masyarakat, komunitas budaya, pemerintah setempat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan budaya Betawi di masa depan,” katanya.

Puncak acara Sorak Betawi Condet menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari talk show budaya hingga workshop yang memperkenalkan kesenian dan tradisi Betawi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi Kelas Mix & Match Fashion Betawi, Kelas Gambang Kromong, Kelas Tari Betawi, hingga Kelas Pembuatan Emping.
Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati bazar kuliner khas Betawi yang menyajikan berbagai makanan dan minuman tradisional, seperti kerak telor dan bir pletok.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Public Relations Program & Evaluation LSPR Institute of Communication & Business, Dr. Alexander Mamby Aruan, M.Si., menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu komunikasi secara nyata melalui program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Community Development bukan hanya tentang menjalankan sebuah kegiatan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menciptakan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa tidak hanya belajar merancang program komunikasi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kampung Condet, Dicky Arfansuri, S.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang terbangun melalui program tersebut. Menurutnya, Sorak Betawi Condet membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap semangat untuk mencintai dan melestarikan budaya Betawi dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Tidak hanya menghadirkan kegiatan budaya, mahasiswa LSPR juga menggandeng Pokdarwis Kampung Condet dalam rangkaian pre-event bertajuk Ngabimbing Pade-Pade. Kegiatan tersebut memberikan pelatihan pembuatan konten digital, pengelolaan media sosial, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi budaya dan wisata lokal.
Melalui program ini, mahasiswa LSPR berupaya menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga tradisi, tetapi juga melalui pemanfaatan teknologi dan media digital agar budaya Betawi tetap dikenal dan relevan di tengah perkembangan zaman.
**Benksu

