Uritanet – BEKASI, 14 Mei 2026 Kuda Biru Project (KBP), sebuah gerakan kemanusiaan, hari ini
menyalurkan bantuan sosial kepada 300 warga pra sejahtera di Gereja Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. Sebagian penerima merupakan warga sekitar yang beberapa waktu
lalu terdampak bencana angin puting beliung. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan
perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus
Bantuan diserahkan langsung oleh Merry Riana, Ketua Kuda Biru Project, dan diterima oleh Romo Yohanes Wartaya Winangun SJ, Kepala Paroki Gereja Santo Servatius, beserta jajaran Dewan Paroki Harian. Hadir pula Bapak Sigit Raditya, ketua panitia kegiatan yang juga merupakan tokoh masyarakat Bekasi. Paket bantuan terdiri dari kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, gula, susu, biskuit, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Di samping itu, Kuda Biru Project juga membagikan rosario dan lilin sebagai simbol doa, terang, dan harapan bagi para penerima.

“Sangat tersentuh mendengar dari Romo Paroki bahwa ini seperti doa mereka yang terjawab
karena kehadiran kami bisa bermanfaat,” ujar Merry Riana.
KUDA BIRU PROJECT: GERAKAN KEMANUSIAAN UNTUK SIAPA SAJA YANG MEMBUTUHKAN
Kuda Biru Project merupakan gerakan sosial yang diinisiasi oleh Bapak Agus Harimurti
Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat. Sumber pendanaannya berasal dari hasil lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, senilai Rp6,5 miliar, yang dilaksanakan saat perayaan Imlek Partai Demokrat beberapa waktu lalu.
Sejak diluncurkan, KBP secara berkala menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada berbagai komunitas lintas-iman dan lintas-daerah, termasuk ke masjid, gereja, dan keluarga-keluarga pra sejahtera di Jakarta, Tangerang, dan Singkawang. Gerakan ini lahir dari satu keyakinan yang sederhana, tetapi dalam:
“Kepedulian tidak boleh berhenti di kata-kata. Kepedulian harus berjalan. Kepedulian harus
sampai. Kepedulian harus dirasakan,” tegas Merry Riana.
Ke depan, KBP berencana memperluas bentuk bantuannya agar tidak terbatas pada sembako
semata.
“Ke depan kami juga akan memberikan bantuan kemanusiaan yang non-bansos, sehingga
bantuannya ada keberlanjutan dan manfaatnya,” jelas Merry Riana.
MAKNA SPIRITUAL: KASIH, HARAPAN, DAN KEBERSAMAAN
Pemilihan momentum Hari Kenaikan Yesus Kristus, menurut Merry Riana, memiliki makna
yang dalam.

“Hari Kenaikan mengajarkan kita satu hal: Yesus naik ke surga, tetapi kasih-Nya Dia tinggalkan — untuk kita lanjutkan, kita gerakkan, kita bagikan. Itulah semangat Kuda Biru Project: Kasih, Harapan, dan Kebersamaan,” tutup Merry Riana.Romo Yohanes Wartaya Winangun SJ menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini di Paroki Santo Servatius.
“Ini bentuk kepedulian dan memperkuat persaudaraan. Semoga melalui kegiatan ini kita bisa semakin dikuatkan kerukunan di wilayah Kampung Sawah ini,” pungkasnya.
****

