Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla. Komandan Rumah Sakit Angkatan Laut Marinir Cilandak, Jakarta

Bagikan ke orang lain :

Jakarta ! Uritanet.com –

Universitas Airlangga kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan sumber daya manusia unggul dan berdampak nyata bagi bangsa. Salah satu potret nyata dedikasi tersebut tercermin dari perjalanan karier Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla., yang kini mengemban amanah sebagai Komandan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Marinir Cilandak, Jakarta.

Kisah pengabdian Arifin bukan sekadar perjalanan profesional, melainkan narasi panjang tentang panggilan jiwa, konsistensi, dan loyalitas terhadap negara.

Arifin mengungkapkan bahwa tekadnya untuk bergabung dengan TNI berakar kuat dari sosok sang kakek, seorang veteran yang menjadi inspirasi hidupnya.

“Kakek saya seorang veteran TNI. Itu yang menjadi dasar saya ingin mengabdi. Kemudian saya masuk melalui jalur mahasiswa beasiswa ABRI tahun 1996. Alhamdulillah saya lulus dan bergabung dengan TNI AL,” ujarnya.

Langkahnya tidak berhenti di sana. Setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi UNAIR, ia melanjutkan pendidikan militer di Akademi Militer pada tahun 1999. Perpaduan disiplin akademik dan militer inilah yang membentuk karakter kepemimpinan Arifin hingga saat ini.

Dalam perjalanan tugasnya, Arifin menunjukkan dedikasi tinggi di berbagai medan pengabdian. Saat menjabat sebagai Komandan Batalyon Kesehatan 1 Marinir, ia terjun langsung dalam berbagai misi kemanusiaan nasional. Mulai dari penanganan Gempa Bumi Yogyakarta 2006, respons terhadap tsunami di Banten, hingga berada di garis depan dalam penanganan pandemi COVID-19 sejak awal kemunculannya pada 2019.

“Kami membangun rumah sakit darurat, mendistribusikan logistik hingga ke wilayah terpencil, dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di situasi krisis. Kami selalu siap siaga dalam kondisi darurat apa pun,” tegasnya.

Kini, sebagai Komandan RSAL Marinir Cilandak, Arifin memegang peran strategis sebagai pengawas dan penggerak sistem pelayanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya transformasi layanan berbasis teknologi dan peningkatan kualitas fasilitas medis demi menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

“Fokus kami saat ini adalah penguatan sarana dan prasarana, termasuk pengembangan layanan MRI, CT Scan, kemoterapi, hingga pengolahan darah secara mandiri. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik,” jelasnya.

Lebih dari sekadar jabatan, Arifin juga membawa pesan moral bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menekankan pentingnya persiapan matang sebelum menentukan arah masa depan. Menurutnya, keputusan besar harus dilandasi kesiapan mental, kompetensi, dan visi yang jelas.

Di sisi lain, kiprah Arifin menjadi bukti konkret bahwa Universitas Airlangga tidak hanya mencetak lulusan berprestasi secara akademik, tetapi juga melahirkan pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam lanskap pembangunan nasional yang terus bergerak dinamis, figur seperti Arifin menjadi simbol bahwa dedikasi, integritas, dan pengabdian adalah fondasi utama dalam membangun Indonesia yang lebih kuat dan berdaya.

Kisah Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin bukan hanya tentang karier, melainkan tentang panggilan hidup untuk mengabdi tanpa batas.

Dari ruang kelas hingga medan bencana, dari pelayanan medis hingga kepemimpinan strategis—semuanya menyatu dalam satu tujuan besar: menghadirkan manfaat nyata bagi negeri. Dan di situlah, nilai sejati seorang alumnus unggul benar-benar menemukan maknanya.

Pengabdian sejati tidak pernah berhenti pada pencapaian, tetapi terus hidup dalam setiap langkah yang memberi arti bagi sesama.

)**Git / Tjoek / Foto Ist.

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *