Jakarta ! Uritanet.com –
Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti konser religi bertajuk “Shalawat dan Doa” yang digelar di Queen Elizabeth Stadium, Wan Chai, Hong Kong, Minggu (26/4/2026). Dalam momen yang sarat makna itu, penyanyi religi Novi Ayla berduet dengan Hadad Alwi dan berhasil memukau lebih dari 3.000 penonton yang mayoritas merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Konser yang berlangsung dalam dua sesi, pagi dan sore, menjadi ruang spiritual sekaligus pelepas rindu bagi para pekerja migran yang jauh dari keluarga. Lantunan shalawat, doa, dan lagu religi yang dibawakan menghadirkan suasana emosional yang mendalam.
“Syukur alhamdulillah, penampilan duet kami berjalan lancar. Penonton yang mencapai 3.000 orang dari kalangan TKI juga merasa puas,” ujar Novi Ayla saat dihubungi media, Selasa (28/4/2026), di sela persiapannya kembali ke Indonesia.

Kehadiran Novi Ayla di Hong Kong merupakan undangan dari Sang Juara Project. Ia mengaku, pengalaman tampil di hadapan diaspora Indonesia memberikan kesan yang sangat berbeda dan menyentuh sisi kemanusiaan.
“Selain bersilaturahmi dengan saudara-saudara kita di Hong Kong, kami juga bisa menghibur. Bahkan, kami mengajak mereka mengaji, bershalawat, dan berdoa bersama. Sampai-sampai kami menangis bersama,” ungkapnya dengan nada haru.
Dalam konser tersebut, Novi Ayla turut membawakan lagu hitsnya berjudul CAKA (Cintai Aku Karena Allah). Sementara dalam duet bersama Hadad Alwi, mereka menyuguhkan tembang religi seperti Geguritanku yang menggambarkan kerinduan kepada Rasulullah SAW, serta shalawat Turi Putih yang menggema di seluruh arena.

Rangkaian acara juga diisi oleh tausiyah dari Ustadz Hilman, yang dilanjutkan dengan doa bersama. Penampilan semakin semarak dengan kehadiran Zainul Basyar, yang turut mendampingi di atas panggung. Kolaborasi mereka disambut meriah oleh para penonton yang larut dalam suasana religius dan kebersamaan.
Tak hanya sekadar hiburan, konser ini menjadi jembatan emosional antara para TKI dengan tanah air. Rasa lelah, rindu, dan harapan bercampur dalam satu ruang yang sama, menjadikan setiap lantunan shalawat terasa lebih hidup dan bermakna.
Novi Ayla dan seluruh pengisi acara mengaku puas dapat menghadirkan kebahagiaan bagi para pekerja migran Indonesia. Bahkan, setelah konser, mereka juga berkesempatan menikmati keindahan kota Hong Kong sebagai bagian dari pengalaman budaya yang berkesan.
Ke depan, Novi Ayla berharap dapat kembali menggelar konser serupa untuk menyapa dan menghibur masyarakat Indonesia di luar negeri.
Konser ini bukan sekadar panggung musik, melainkan ruang pulang bagi hati—tempat di mana doa, rindu, dan harapan bertemu dalam satu irama yang tak terputus oleh jarak.
Di tengah hiruk pikuk kehidupan perantauan, konser ini membuktikan bahwa kekuatan doa dan musik religi mampu menyatukan hati, menguatkan jiwa, dan menghadirkan sepotong Indonesia di negeri orang.
)**Tjoek / Foto Ist.

