Pemuda Desa Pempatan Siap Go Digital, RDIL UI Resmi Dimulai Gandeng UMKM Lokal

Bagikan ke orang lain :

Karangasem, Bali —

Sebanyak 22 pemuda Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, resmi memulai perjalanan mereka menuju dunia kerja digital melalui program Rural Digital Innovation Lab (RDIL) Universitas Indonesia yang dibuka pada Minggu, 26 April 2026, di Rumah Edukasi Kelas Belajar Merah Putih, Dusun Pemuteran.

Program ini menjadi langkah awal dalam membangun keterampilan digital berbasis kebutuhan nyata masyarakat desa, khususnya melalui kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program RDIL yang diketuai oleh I Made Dyanta Anwar ini didukung oleh KPP Mining Youth in Action dan melibatkan relawan, mentor, serta mitra lokal dalam satu ekosistem pembelajaran berbasis komunitas. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga diarahkan untuk menerapkan keterampilan digital secara langsung, mulai dari pengelolaan media sosial usaha, pembuatan konten promosi, hingga penyusunan portofolio digital.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri oleh Penjabat Perbekel Desa Pempatan Pande Ketut Arimbawa, Kelian Banjar Dinas Pemuteran I Wayan Candra, serta pendiri Rumah Edukasi Kelas Belajar Merah Putih I Ketut Sengker. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pemuda desa melalui keterampilan digital.

“Kegiatan ini sangat kami butuhkan karena dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan pemuda di desa kami,” ujar pejabat Perbekel Desa Pempatan, Pande Ketut Arimbawa, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program ini.

Pelaksanaan RDIL dipusatkan di Rumah Edukasi Kelas Belajar Merah Putih yang selama ini menjadi ruang belajar komunitas bagi anak-anak dan pemuda di Dusun Pemuteran. Program ini dirancang dalam tiga tahap utama, yaitu Bootcamp Digital, Client-Based Project, dan Income Activation, yang memungkinkan peserta belajar secara bertahap dari konsep dasar hingga praktik langsung bersama UMKM. Sebagai bagian dari pembelajaran, RDIL juga menggandeng sekitar 10 UMKM lokal dari berbagai bidang usaha.

Program ini akan berlangsung hingga 31 Mei 2026 dan ditutup melalui kegiatan Showcase dan Mini Expo yang menampilkan hasil kerja peserta. Selain itu, akan dibentuk Digital Service Team sebagai wadah keberlanjutan bagi pemuda desa untuk terus mengembangkan keterampilan digital dan membuka peluang penghasilan dari lingkungan mereka sendiri.

Melalui program ini, Universitas Indonesia bersama mitra dan masyarakat desa berupaya menunjukkan bahwa transformasi digital tidak harus dimulai dari kota besar. Dengan kolaborasi yang kuat dan pendekatan berbasis komunitas, desa memiliki potensi besar untuk menjadi ruang tumbuh bagi talenta digital yang mampu berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.

)***RezCah/ Tjoek / Foto UI

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *