Bali ! Uritanet.com —
Upaya memperkuat kualitas keluarga sekaligus menekan angka stunting kembali ditegaskan dalam kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Balai Masyarakat Desa Adat Datah, Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan strategis ini merupakan kolaborasi antara Komisi IX DPR RI bersama BKKBN serta mitra kerja daerah, sebagai langkah konkret memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga dalam membangun generasi berkualitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes., Anggota Komisi IX DPR RI., dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M. F.or.,M.A.R.S, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Dan I Gede Budie Trisnawan, SSTP,MPA, Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Sosial, PPPA, PPKB Kabupaten Karangasem.

Perencanaan Keluarga, Fondasi Cegah Stunting
Dalam sambutannya, Tutik Kusuma Wardhani menegaskan bahwa persoalan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga berakar pada lemahnya perencanaan kehidupan berkeluarga.
“Perencanaan kehidupan berkeluarga sangat penting sebagai pondasi utama untuk membangun keluarga berkualitas. Pengaturan jumlah dan jarak kehamilan harus diperhatikan demi menjaga kesehatan ibu dan anak sekaligus mencegah stunting,” ujarnya dengan tegas.
Ia juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam proses pengasuhan yang selama ini kerap terabaikan. Menurutnya, keterlibatan ayah menjadi faktor penting dalam membentuk tumbuh kembang anak yang optimal.
“Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus terlibat aktif dalam pengasuhan. Ini adalah kunci dalam menciptakan generasi sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Pendekatan Siklus Hidup Jadi Strategi Utama
Sementara itu, Ni Luh Gede Sukardiasih menjelaskan bahwa program prioritas BKKBN menitikberatkan pada pembangunan keluarga berkualitas melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari remaja hingga lansia.
Program tersebut mencakup berbagai inisiatif terintegrasi seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga. Selain itu, terdapat pula program unggulan seperti Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), hingga distribusi makanan bergizi bagi kelompok rentan.
“Mandat kami adalah mewujudkan keluarga berkualitas melalui intervensi yang terintegrasi. Stunting harus dicegah dari hulu melalui edukasi, pemenuhan gizi, serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya literasi kesehatan keluarga hingga keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Masa Depan
Sejalan dengan itu, I Gede Budie Trisnawan menekankan bahwa perencanaan keluarga bukan sekadar pengaturan jumlah anak, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan keluarga adalah tentang bagaimana membangun kehidupan yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Edukasi harus terus diperkuat agar kesadaran ini tumbuh secara berkelanjutan di masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kesiapan keluarga hari ini. Pendekatan humanis, edukatif, dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menciptakan perubahan nyata di tingkat akar rumput.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Program Bangga Kencana diharapkan mampu menjadi pilar kuat dalam mencetak generasi unggul Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Perencanaan keluarga bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan masa depan. Dari Desa Datah, pesan kuat itu menggema: keluarga yang terencana adalah fondasi bangsa yang berdaya. Ketika kesadaran tumbuh, maka stunting pun dapat ditekan, dan masa depan Indonesia akan berdiri lebih kokoh.
Langkah kecil dari desa hari ini adalah pijakan besar menuju Indonesia Emas. Saat keluarga siap, generasi hebat pun lahir tanpa kompromi.
)*** Tjoek / Foto Ist

