Uritanet – Jakarta, 8 April 2026 — Kepadatan penumpang di jam sibuk kembali menjadi sorotan, menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan situasi di Stasiun Manggarai. Dalam video tersebut, tampak sejumlah penumpang tetap berupaya masuk ke dalam KRL yang sudah penuh, meskipun telah diimbau oleh petugas.
Fenomena ini bukan sekadar soal antrean atau kenyamanan, melainkan menyangkut aspek keselamatan. Ketika kapasitas kereta telah terlampaui, pintu tidak dapat tertutup sempurna, yang berpotensi mengganggu perjalanan sekaligus membahayakan penumpang.
Melalui pernyataannya, KAI Services mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap arahan petugas merupakan bagian penting dari keselamatan bersama.

Petugas di lapangan, termasuk satuan keamanan, bertugas memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar, terutama dalam kondisi padat penumpang.
“keselamatan tidak bisa ditawar dalam operasional transportasi publik. Ia menyayangkan masih adanya penumpang yang mengabaikan imbauan dan memaksakan diri masuk ke dalam kereta.” ujar Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita
Menurutnya, setiap petugas telah dibekali dengan prosedur yang jelas dalam mengatur arus penumpang, termasuk melakukan pendekatan persuasif namun tetap tegas demi menjaga kondisi tetap kondusif.
Di sisi lain, peristiwa ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi transportasi massal di kota besar, di mana tingginya mobilitas masyarakat kerap berbanding lurus dengan tingkat kepadatan di stasiun maupun di dalam kereta.
KAI Services pun mengajak masyarakat untuk melihat keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. Disiplin dalam mengikuti aturan, termasuk tidak memaksakan diri saat kereta penuh, dinilai sebagai langkah sederhana namun krusial untuk menciptakan perjalanan yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua.
Di tengah rutinitas yang serba cepat, kesadaran kolektif menjadi kunci. Sebab pada akhirnya, perjalanan yang aman bukan hanya ditentukan oleh sistem dan petugas, tetapi juga oleh sikap setiap penumpang.
**Benksu

