Uritanet – Jakarta, 16 Maret 2026 – Ramadan bukan lagi sekadar tentang menahan lapar dan dahaga. Tahun 2026 menghadirkan wajah baru bulan suci yang semakin dinamis—di mana tradisi berpadu dengan gaya hidup digital, menciptakan rutinitas yang lebih personal, interaktif, dan penuh ekspresi.
Melalui kampanye Big Ramadan Sale, Shopee menangkap perubahan menarik dalam cara masyarakat Indonesia menjalani Ramadan. Dari sahur yang kini ditemani permainan digital, hingga berburu outfit Lebaran yang semakin stylish, semuanya menunjukkan satu hal: Ramadan kini dirayakan dengan cara yang lebih kreatif.
Sahur Tak Lagi Sepi, Kini Jadi Momen Hiburan Digital
Jika dulu sahur identik dengan suasana hening, kini banyak orang justru mengisinya dengan aktivitas yang lebih hidup.
Bermain game hingga berinteraksi dengan fitur berbasis AI menjadi rutinitas baru yang digemari. Game seperti Beduk Berkah, misalnya, dimainkan puluhan juta kali selama periode kampanye, terutama menjelang waktu sahur. Aktivitas ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cara baru untuk menjaga energi dan semangat di awal hari puasa.
Tak kalah menarik, fitur interaktif berbasis AI juga semakin diminati. Pengguna kini menikmati sensasi “bernegosiasi” dengan karakter virtual yang unik dan menghibur, menjadikan pengalaman belanja terasa lebih personal sekaligus menyenangkan.
Lebaran Jadi Ajang Ekspresi Diri Lewat Fashion
Di sisi lain, persiapan Lebaran tetap menjadi momen penting—namun dengan pendekatan yang berbeda. Tahun ini, masyarakat tidak hanya membeli baju baru, tetapi juga mengeksplorasi gaya. Pencarian “baju Lebaran” meningkat tajam, menandakan tingginya minat untuk tampil maksimal di Hari Raya.
Menariknya, tren fashion muslim kini bergerak ke arah yang lebih modern dan fleksibel.
Mulai dari hijab pashmina yang simpel, gamis brokat elegan, rok satin, hingga sarimbit keluarga—semuanya menjadi pilihan populer. Gaya yang diusung pun tidak lagi kaku, melainkan lebih mix & match, mencerminkan karakter dan selera masing-masing individu.
Lebaran pun kini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menampilkan versi terbaik dirinya.
Belanja Sahur, Rutinitas Baru yang Makin Praktis
Perubahan lain yang cukup mencolok terlihat dari kebiasaan berbelanja. Waktu sahur yang dulunya hanya untuk makan kini dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif—termasuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Kategori makanan dan minuman mengalami lonjakan signifikan di jam-jam sahur. Produk seperti minyak goreng, mie instan, hingga sabun cuci piring menjadi barang yang paling sering dibeli.
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin cerdas dalam mengatur waktu, memanfaatkan momen sahur untuk memastikan kebutuhan rumah tetap terpenuhi tanpa mengganggu aktivitas di siang hari.
Daerah Ikut Unjuk Gaya
Menariknya, tren fashion Ramadan tidak hanya terpusat di kota besar. Warga di daerah seperti Sidoarjo dan Karawang justru menjadi yang paling aktif dalam berburu fashion muslim.
Hal ini menandakan bahwa kesadaran akan gaya dan penampilan kini semakin merata. Akses digital membuka peluang bagi siapa saja untuk mengikuti tren terbaru, tanpa batasan geografis.
Belanja Kini Sekaligus Jadi Hiburan
Ramadan tahun ini juga menunjukkan bagaimana belanja telah berevolusi menjadi bentuk hiburan. Melalui sesi live streaming yang menghadirkan selebritas, pengalaman berbelanja menjadi lebih interaktif dan penuh kejutan.
Pengguna tidak hanya datang untuk membeli produk, tetapi juga untuk merasakan keseruan, berinteraksi, dan bahkan mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah besar.
Pada akhirnya, Ramadan 2026 memperlihatkan satu perubahan besar: masyarakat tidak lagi menjalani bulan suci secara monoton. Mereka mengisinya dengan cara yang lebih fleksibel—menggabungkan ibadah, hiburan, dan eksplorasi diri dalam satu pengalaman yang utuh.
Dan di tengah semua itu, teknologi menjadi jembatan yang membuat Ramadan terasa lebih dekat, lebih hidup, dan lebih bermakna.
**Benksu

