Surya Paloh Jalani Terapi Stem Cell di Celltech, Soroti Perkembangan Kedokteran Regeneratif di Indonesia

Bagikan ke orang lain :

Uritanet – Jakarta, 12 Maret 2026  Perkembangan teknologi kedokteran regeneratif di Indonesia kembali mendapat sorotan setelah tokoh nasional Surya Paloh menjalani tindakan preventif melalui terapi stem cell di Celltech Stem Cell Centre, Rabu (4/3).

Langkah tersebut tidak hanya mencerminkan pilihan pribadi dalam menjaga kesehatan, tetapi juga menyoroti semakin berkembangnya layanan terapi sel punca (stem cell) di dalam negeri yang didukung teknologi modern dan tenaga ahli Indonesia.

Stem Cell sebagai Pendekatan Kedokteran Regeneratif

Terapi stem cell merupakan salah satu pendekatan dalam Regenerative Medicine, yakni cabang ilmu kedokteran yang memanfaatkan kemampuan sel untuk memperbaiki atau meregenerasi jaringan tubuh yang rusak. Teknologi ini banyak diteliti untuk berbagai kondisi medis, mulai dari gangguan sendi, tulang belakang, hingga upaya pencegahan penuaan jaringan.

Tindakan yang dijalani Surya Paloh dilakukan oleh Deby Vinski, Presiden Organisasi Stem Cell dunia, peneliti dan praktisi stem cell yang aktif di berbagai forum ilmiah internasional.

Deby menempuh pendidikan di Dresden International University serta meraih gelar doktoral di Rusia, dan dikenal aktif mempublikasikan penelitian di jurnal ilmiah internasional terkait terapi sel punca dan anti-aging medicine.

“perkembangan teknologi stem cell di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan hadirnya fasilitas penelitian dan klinis yang semakin terstandar.” Ujar Prof. Deby Vinsky

Teknologi Presisi untuk Terapi Tulang Belakang dan Lutut

Prosedur terapi dilakukan di ruang tindakan berteknologi C-Arm, perangkat pencitraan radiologi yang memungkinkan dokter melihat posisi anatomi pasien secara real-time selama tindakan medis.

Teknologi ini membantu meningkatkan presisi injeksi sel punca, khususnya pada area tulang belakang dan sendi lutut.
Dalam prosedur tersebut, Deby Vinski bekerja sama dengan dr. Sunaryo, SpOT, seorang dokter spesialis ortopedi dari RSPPN Panglima Besar Soedirman.

Terapi difokuskan pada pendekatan regeneratif untuk area tulang belakang serta knee rejuvenation, yang bertujuan mendukung perbaikan jaringan sendi secara biologis.

Dukungan terhadap Layanan Medis Dalam Negeri

Pilihan Surya Paloh untuk menjalani terapi di Indonesia juga dinilai mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan ilmuwan dan tenaga medis nasional. Selama ini, terapi stem cell sering dikaitkan dengan layanan medis di luar negeri, terutama di negara dengan industri medical tourism yang kuat.

Dengan berkembangnya fasilitas riset dan klinik di Indonesia, para pakar melihat peluang besar bagi negara ini untuk mengembangkan ekosistem medical tourism berbasis kedokteran regeneratif. Selain memberikan akses layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat, sektor ini juga berpotensi meningkatkan kontribusi ekonomi melalui kunjungan pasien dari dalam maupun luar negeri.

Surya Paloh bersama Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD

Potensi Masa Depan Stem Cell di Indonesia

Sejumlah tokoh nasional dan pelaku usaha diketahui telah menjalani terapi serupa di fasilitas medis dalam negeri, menandakan meningkatnya minat terhadap pendekatan pengobatan berbasis bioteknologi ini.

Ke depan, para peneliti berharap perkembangan stem cell di Indonesia tidak hanya terbatas pada layanan klinis, tetapi juga diperkuat melalui penelitian ilmiah, kolaborasi internasional, serta regulasi yang mendukung inovasi medis.

Dengan kombinasi teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan kesehatan, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat penelitian dan layanan stem cell therapy di kawasan Asia.

**Benksu

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *