KBRI Islamabad Bersama IIRIS Joint Discussion on Indonesia–Pakistan Cooperation under the D-8 Framework

Bagikan ke orang lain :

Jakarta ! Uritanet.com –

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Islamabad bersama International Institute for Regional and International Studies (IIRIS) menggelar kegiatan Joint Discussion on Indonesia–Pakistan Cooperation under the D-8 Framework di Indonesian Corner, Islamabad, Rabu (4/3/2026).

Diskusi ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai arah kerja sama antara Indonesia dan Pakistan dalam kerangka D-8, sekaligus memperluas perspektif akademik mengenai tantangan dan peluang kolaborasi antarnegara berkembang di tengah dinamika global.

Kegiatan tersebut mengangkat konsep di balik logo D-8 Indonesia yang memadukan simbol kompas dan cahaya penuntun (jyoti). Simbol ini menggambarkan arah, harapan, serta tekad negara-negara anggota untuk menghadapi berbagai tantangan global dengan semangat kerja sama yang inklusif dan berkelanjutan.

Diskusi menghadirkan Dr. Noor Fatima, Chairperson of the Department of International Relations di International Islamic University Islamabad (IIUI), sebagai pembicara utama. Kehadirannya memberikan perspektif akademik yang mendalam mengenai pentingnya penguatan hubungan antarnegara anggota D-8 dalam berbagai sektor strategis.

Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa perempuan berprestasi dari IIUI serta para pakar dari IIRIS yang aktif berdiskusi mengenai masa depan kerja sama regional. Kehadiran generasi muda akademisi tersebut menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui pertukaran gagasan, riset, dan pemikiran kritis.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarnegara anggota D-8, khususnya dalam mendorong kolaborasi ekonomi, solidaritas antarbangsa, serta penciptaan kemakmuran bersama. Kerja sama yang lebih erat diyakini dapat membuka peluang baru bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat posisi mereka dalam percaturan ekonomi global.

Momentum dialog ini juga menjadi pengingat bahwa diplomasi modern tidak hanya bergerak di ruang politik dan ekonomi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi akademik yang konstruktif. Melalui forum seperti ini, hubungan Indonesia dan Pakistan terus dipupuk dengan semangat persahabatan, pengetahuan, serta visi bersama untuk masa depan yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, diskusi ini tidak sekadar menjadi pertemuan intelektual, tetapi juga menjadi kompas baru yang menuntun arah kolaborasi D-8 menuju kerja sama yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih bermakna bagi kemajuan bersama. Ketika ide, solidaritas, dan harapan bertemu dalam satu ruang dialog, di situlah masa depan kemitraan global mulai menemukan jalannya.

Langkah kecil dalam sebuah diskusi dapat menjadi pijakan besar bagi masa depan kerja sama internasional. Dari Islamabad, pesan kolaborasi itu kembali ditegaskan: persatuan, visi bersama, dan semangat kemitraan adalah cahaya penuntun menuju kemakmuran bersama.

)*** Git / Tjoek/ Foto Ist.

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *