Uritanet – Jakarta 14 Februari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) CU Merpati Sejahtera menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan tiga agenda utama yang dinilai strategis bagi keberlanjutan organisasi. Selain pertanggungjawaban kinerja tahun buku 2025, rapat juga membahas rencana kerja dan anggaran tahun 2026 serta pembentukan panitia pemilihan pengurus dan pengawas untuk periode mendatang.
Wakil Ketua Pengurus KSP CU Merpati Sejahtera menjelaskan bahwa RAT merupakan kewajiban tahunan setiap Credit Union (CU) yang memiliki tata kelola baik.

“RAT adalah bentuk pertanggungjawaban pengurus, pengawas, dan manajemen atas kinerja selama satu tahun buku. Ini bagian dari prinsip transparansi dan akuntabilitas koperasi,” ujar Gancang.
Apa yang Dibahas?
Dalam RAT kali ini, terdapat tiga agenda utama. Pertama, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas untuk tahun buku 2025. Kedua, Rapat Anggota Khusus terkait rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2026. Ketiga, pembentukan panitia pemilihan pengurus dan pengawas yang masa jabatannya akan berakhir pada 2027.
Sebanyak lima orang ditetapkan sebagai panitia pemilihan. Langkah ini dinilai penting agar proses regenerasi kepemimpinan berjalan demokratis dan sesuai dengan aturan koperasi.
Kapan dan Mengapa Dibentuk Panitia?
Pembentukan panitia dilakukan lebih awal karena masa jabatan pengurus dan pengawas berlangsung selama lima tahun. Sebelumnya, periode kepengurusan sempat ditetapkan tiga tahun, namun dinilai terlalu singkat untuk menjalankan program strategis. “Sekarang kami tetapkan lima tahun agar program bisa berjalan optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.
KSP CU Merpati Sejahtera sendiri telah berdiri dan berjalan selama 31 tahun, menunjukkan konsistensi dalam pelayanan kepada anggota.
Bagaimana Kondisi Keanggotaan?
Dari sisi keanggotaan, pada tahun 2025 tercatat 190 anggota baru bergabung. Namun, di sisi lain, jumlah anggota yang keluar juga cukup signifikan. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pengurus.
Menurut Wakil Ketua Pengurus, faktor keluarnya anggota bukan karena minimnya minat, melainkan lebih kepada kurangnya komunikasi dan pemahaman. “Sering kali anggota mencari informasi tidak pada tempatnya.
“Ketika ada kendala, mereka bertanya kepada pihak yang tidak memahami mekanisme koperasi, sehingga terjadi kesalahpahaman,” ungkap Gancang.
Karena itu, pada 2026 mendatang, salah satu fokus program adalah memperkuat komunikasi internal dan edukasi kepada anggota agar tidak terjadi disinformasi.

Di Mana dan Siapa yang Terlibat?
RAT ini dihadiri oleh pengurus, pengawas, manajemen, dan para anggota KSP CU Merpati Sejahtera. Seluruh elemen koperasi terlibat aktif dalam pembahasan dan pengambilan keputusan.
Melalui RAT ini, KSP CU Merpati Sejahtera menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang transparan, demokratis, dan berorientasi pada keberlanjutan organisasi.
Dengan tiga agenda strategis yang dibahas sekaligus, rapat tahun ini menjadi momentum penting dalam menjaga stabilitas dan arah perkembangan koperasi ke depan.
**Benksu

