FPPI Kaltiim Menegaskan Peran Strategisnya Menjaga Kedaulatan Pangan Nasional dan Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Berbasis Koperasi

Bagikan ke orang lain :

Balikpapan ! Uritanet.com –

Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menegaskan peran strategisnya dalam menjaga kedaulatan pangan nasional dan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, sebuah langkah konkret yang lahir dari semangat juang para purnawirawan untuk tetap mengabdi kepada bangsa.

Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 FPPI Tahun 2026 yang digelar di Kebun Binjai, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang konsolidasi gagasan dan aksi nyata bagi keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.

Dikutip redaksi pada Selasa (27/01/2026), Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPPI Kalimantan Timur, Wahyudi, menyampaikan bahwa FPPI Kaltim saat ini memfokuskan gerak organisasinya pada dua program strategis utama, yakni penguatan kedaulatan pangan dan pembentukan Koperasi FPPI.

Menurut Wahyudi, koperasi bukan sekadar wadah ekonomi, tetapi instrumen sosial yang mampu menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai jati diri bangsa.

Ia menegaskan bahwa koperasi menjadi jalan pemersatu yang relevan di tengah tantangan ekonomi modern.
“Melalui koperasi, kami ingin membangkitkan kembali budaya gotong royong. Ini bukan hanya tentang keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang persatuan, kebersamaan, dan kekuatan masyarakat dari tingkat paling bawah,” ujar Wahyudi.

Dalam konteks kedaulatan pangan, FPPI Kaltim telah mengelola sekitar 30 hektare lahan produktif yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan peternakan.

Berbagai komoditas strategis dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari jeruk madu, bayam, cabai, hingga peternakan ayam kampung dan ayam petelur, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah.

Wahyudi menekankan bahwa ketahanan pangan memiliki peran fundamental dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan berkualitas merupakan fondasi utama bagi pembangunan sosial yang kuat dan berdaya tahan.

“Jika kita ingin masyarakat sehat dan sejahtera, maka pangan harus menjadi perhatian utama. Tanpa pangan yang cukup, mustahil kualitas hidup bisa terjaga,” tegasnya.

Ke depan, FPPI Kaltim berencana memperluas pengelolaan lahan produktif melalui skema koperasi agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh anggota FPPI, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.

Selain itu, FPPI mendorong pembentukan koperasi FPPI di setiap kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur, dengan target jangka panjang menjadi gerakan nasional.

“Bukan hanya di Kalimantan Timur. Harapan kami, program koperasi dan kedaulatan pangan ini dapat berkembang secara nasional dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mandiri,” pungkas Wahyudi.

Peringatan HUT ke-4 FPPI Tahun 2026 ini menegaskan bahwa FPPI bukan sekadar organisasi purnawirawan, melainkan kekuatan moral dan sosial yang terus bergerak, berbuat, dan memberi solusi nyata bagi bangsa.

Dari lahan pangan hingga koperasi rakyat, FPPI membuktikan bahwa pengabdian tidak pernah pensiun, dan perjuangan untuk kesejahteraan rakyat akan selalu menemukan jalannya.

)**Git/ Tjoek/ Foto Ist.

Bagikan ke orang lain :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *