Uritanet – Madiun, Januari 2026 Upaya menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang tidak dilakukan secara instan. Sepanjang tahun 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 7 Madiun tercatat telah turun langsung ke lapangan sebanyak 115 kali untuk melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di wilayah operasionalnya.
Ratusan kegiatan tersebut menyasar titik-titik perlintasan yang rawan kecelakaan, sekaligus menjangkau warga di kota dan kabupaten yang dilintasi jalur kereta api, mulai dari Madiun, Ngawi, Kediri, Jombang, Blitar, Tulungagung, Magetan, hingga Nganjuk. Intensitas sosialisasi tertinggi dilakukan di wilayah Kediri dan Ngawi, daerah dengan frekuensi perlintasan sebidang yang cukup padat.

Jika dilihat dari waktu pelaksanaan, sosialisasi berlangsung hampir merata sepanjang tahun. Bahkan pada bulan-bulan tertentu seperti Oktober dan September, jumlah kegiatan meningkat signifikan, mencerminkan keseriusan KAI dalam merespons potensi risiko kecelakaan di lapangan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi strategi utama dalam membangun budaya keselamatan.
“Perlintasan sebidang adalah titik krusial. Di sinilah keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan bertemu. Karena itu, edukasi tidak boleh berhenti, dan harus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Saat ini, wilayah kerja KAI Daop 7 Madiun memiliki 216 perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, masih terdapat 31 perlintasan yang belum dijaga, sementara sebagian lainnya dijaga oleh KAI, Dinas Perhubungan, maupun secara swadaya oleh masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan masih nyata dan membutuhkan kewaspadaan bersama.
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi keselamatan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan komunitas pecinta kereta api, Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun. Sinergi ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan pesan keselamatan hingga ke akar rumput.

Tohari kembali mengingatkan masyarakat agar selalu berhenti sejenak, melihat kiri dan kanan, serta memastikan jalur aman sebelum melintas di perlintasan sebidang. Menurutnya, kedisiplinan pengguna jalan menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan.
“Keselamatan bukan hanya soal aturan, tetapi soal kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya.
**Benksu

