Uritanet – Jakarta, 22 Desember 2025 — Arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menunjukkan tren menarik di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Tak hanya ditandai lonjakan penumpang, pergerakan masyarakat juga mulai menyebar ke berbagai kota tujuan favorit, seiring tingginya minat terhadap program diskon tarif kereta api.
Hingga Senin (22/12) pukul 15.30 WIB, KAI mencatat sebanyak 43.214 penumpang telah meninggalkan Jakarta menggunakan kereta api jarak jauh. Kepadatan tertinggi masih terpusat di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, dua simpul utama keberangkatan KA dari Ibu Kota, disusul Stasiun Bekasi.

Namun, di balik angka tersebut, KAI menilai adanya perubahan perilaku perjalanan masyarakat. Program diskon tarif 30 persen untuk kereta api kelas ekonomi komersial terbukti menjadi stimulus signifikan. Selama periode Angkutan Nataru, tercatat lebih dari 219 ribu tiket diskon telah terjual untuk jadwal keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Secara keseluruhan, penjualan tiket Angkutan Nataru periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 telah mencapai 574.003 tiket. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama di tengah kebutuhan perjalanan yang aman, terjangkau, dan tepat waktu.
Untuk Selasa (23/12/2025), pergerakan penumpang diproyeksikan tetap tinggi. Sebanyak 42.908 penumpang dijadwalkan berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta, sementara 34.973 penumpang diperkirakan tiba di berbagai stasiun.
Pasar Senen dan Gambir masih menjadi titik terpadat, meskipun distribusi penumpang mulai merata.
KAI juga mencatat sejumlah kota tujuan favorit selama periode Nataru, antara lain Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Lempuyangan, Bandung, dan Purwokerto.
Destinasi-destinasi tersebut diminati baik untuk mudik, liburan keluarga, maupun perjalanan akhir tahun. Dengan tren tersebut, KAI menilai kebijakan tarif dan penguatan layanan digital menjadi faktor penting dalam mengelola lonjakan mobilitas masyarakat.

Distribusi penumpang yang lebih merata diharapkan dapat mengurangi kepadatan ekstrem di hari-hari puncak, sekaligus memastikan pengalaman perjalanan yang tetap aman dan nyaman selama libur panjang Nataru.
**Benksu

