Jakarta (Uritanet) :
Semangat kebersamaan kembali berdenyut di jantung Ibu Kota. Jakarta hari ini tidak hanya bicara soal gedung tinggi dan lalu lintas cepat, tetapi tentang warganya yang memilih duduk bersama, saling mendengar, dan bergerak dalam satu irama besar menyongsong Jakarta 500 Tahun pada 22 Juni 2027.
Melalui tajuk “Guyub Bareng Menuju Jakarta 500”, beragam komunitas lintas hobi, lintas profesi, dan lintas generasi se-Jakarta berkumpul, membuktikan bahwa kekuatan kota ini tumbuh dari rasa memiliki. Inilah wajah Jakarta yang hidup—hangat, inklusif, dan penuh kesadaran kolektif.
Program ini dirancang sebagai agenda rutin bulanan, terbuka untuk seluruh warga Jakarta. Setiap pertemuan menjadi ruang aman untuk bertukar gagasan, melahirkan karya, dan mengeksekusi aksi nyata demi Jakarta yang relevan sebagai kota Bhinneka bertaraf dunia.

Seluruh rangkaian ini berada dalam payung besar JAKARTA-22, yang diawali tiga seri utama: Guyub Bareng Warga Jakarta, Pra-Program Jakarta-22, dan Menuju Jakarta 500. Setiap seri menjadi etalase ide, narasi, produk kreatif, hingga penampilan kolaboratif yang mencerminkan Jakarta tanpa sekat.
Ketua Umum IKABELLS, Wiryoadi Soenarto, menegaskan bahwa hingga saat ini 22 komunitas lintas angkatan dan lintas bidang telah sepakat bergabung. Mereka menyatukan visi untuk Jakarta yang lebih berbudaya, sehat, dan beretika.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, penuh kebersamaan, dan yang terpenting kita sepakat bergerak menuju Jakarta 500 pada 22 Juni 2027,” ujarnya optimistis.
Gerakan Jakarta 500 tidak berhenti pada satu momentum. Kegiatan akan terus digelar setiap bulan, tepat setiap tanggal 22—sebuah penanda komitmen yang konsisten. Fokus utamanya adalah pelestarian kebudayaan Nusantara, yang dirangkai bersama nilai etika, sikap santun, dan kesadaran hidup sehat. Jakarta dibangun bukan hanya secara fisik, tetapi juga dirawat jiwanya.

Apresiasi khusus disampaikan kepada Kedai Aceh Lampoh, yang menyediakan tempat sekaligus ditetapkan sebagai base camp lintas komunitas Jakarta. Tempat ini terbuka bagi siapa pun yang ingin berkolaborasi, berdiskusi, dan menghidupkan kegiatan positif. Pemilik Kedai Aceh Lampoh, Tengku Ismuhadi, mengingatkan makna “Lampoh” sebagai halaman rumah—tempat berkumpul, bersilaturahmi, dan merasa pulang. Dari halaman sederhana itu, Jakarta dipeluk sebagai rumah bersama.
Sementara itu, Ketua Umum Riders 4 Batoe Tiga, Kapten M. Ali Nahdi, menegaskan bahwa perayaan 500 tahun Jakarta bukan sekadar seremoni usia, melainkan momentum persatuan. Sebuah ajakan bagi semua komunitas untuk menyumbangkan tenaga, pikiran, dan kepedulian, termasuk kepedulian lintas daerah hingga Aceh.
Lantas, senada dengan itu, Adang Dorojatun selaku Dewan Penasehat Riders 4 Batoe Tiga menegaskan bahwa “guyub bareng” adalah energi nyata yang menguatkan hubungan lintas usia, lintas latar belakang, dan lintas wilayah. Semakin bertambah usia, semakin kuat alasan untuk tetap menyala dalam kebersamaan.
Kehadiran berbagai komunitas memperkaya warna gerakan ini. Mulai dari Riders Bikers Jakarta, Motoran Ampera Klass Sumbangsih, Garuda Mercedes Benz Community, Land Rover Club Indonesia, Granat, 4Bikers, IKABELLS, Lions Club Jakarta Nusantara, IKADA SMA 4, Proud to be Indonesian Pilot, Sahabat Alumni 4, hingga pelaku UMKM, komunitas kuliner, sosial, kesehatan, dan petualangan—semuanya melebur tanpa sekat.

Dukungan berbagai pihak menjadi energi tambahan. Perempuan Tangguh Indonesia hadir memperkuat peran perempuan dalam gerakan sosial. Bersama Herbalife, semangat hidup sehat digaungkan sebagai fondasi penting Jakarta 500—menegaskan bahwa kualitas hidup, keseimbangan jiwa dan raga, serta kesadaran nutrisi adalah bagian dari visi besar kota ini.
Ke depan, seluruh gagasan dan aktivitas akan dikemas dalam konten video kolaboratif, sebagai aspirasi agar Jakarta tampil lebih berperan di mata dunia dengan identitas kuat: The World Bhinneka Ethnicity.
Deklarasi Jakarta 500 membuktikan satu hal penting: perubahan besar selalu berawal dari kesepakatan kecil yang dijaga konsistensinya. Bukan dengan jarak, tetapi dengan pelukan. Bukan dengan ego, tetapi dengan guyub. Jika kebersamaan ini terus dirawat, maka Jakarta 500 Tahun tidak hanya akan dirayakan, melainkan dikenang sebagai titik balik, saat warganya memilih bersatu demi masa depan.

Mari terus rawat guyub ini. Karena Jakarta tidak dibesarkan oleh sejarahnya semata, tetapi oleh warganya yang tidak pernah lelah berjalan bersama—dan itulah warisan paling mahal yang akan kita serahkan pada 500 tahun Jakarta.
Salam Guyub, Jakarta Rumah Kita Bersama.
)*** Yuri / Foto Ist

