Uritanet – Jakarta, 6 Oktober 2025 — Tidak semua orang siap menghadapi masa pensiun. Banyak yang belum tahu harus berbuat apa setelah puluhan tahun bekerja. Melihat tantangan itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (Daop 1 Jakarta) meluncurkan program “Pelatihan Purna Tugas” yang membekali para pekerja menjelang pensiun dengan keterampilan wirausaha, kesiapan mental, serta semangat untuk tetap produktif.

Program yang berlangsung sepanjang Oktober 2025 ini diikuti oleh 240 peserta, yang terbagi dalam enam gelombang mulai 6 hingga 23 Oktober. Setiap gelombang menjalani pelatihan selama dua hari di Ruang Jayakarta, Kantor Daop 1 Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat.
Berbeda dari pelatihan formal biasa, kegiatan ini memadukan teori dan praktik. Hari pertama berisi pembekalan dari narasumber profesional, seperti Manager Kesehatan Daop 1 Jakarta yang membahas pola hidup sehat, serta Ilhamuddin Nukman, S.Psi., M.A., seorang Certified Trainer dan Coach yang memberikan motivasi sekaligus panduan praktis membangun usaha.
Hari kedua menjadi pengalaman lapangan yang tak kalah menarik. Para peserta diajak mengunjungi UMKM binaan Daop 1 Jakarta, tempat mereka bisa melihat langsung contoh usaha pasca-pensiun yang sukses dijalankan mantan pekerja kereta api.
“Kegiatan ini kami rancang bukan hanya untuk membekali keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesiapan mental dan sosial agar pekerja tetap berdaya guna setelah purna tugas,” ujar Manager Humas Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko.
“Kami ingin masa pensiun dipandang sebagai fase baru yang produktif, bukan sebagai akhir dari pengabdian,” tambahnya.
Salah satu peserta, Slamet Riyadi, petugas perawatan prasarana yang akan memasuki masa pensiun tahun depan, mengaku program ini membuka pandangannya terhadap peluang usaha baru.
“Pelatihannya sangat bermanfaat. Saya jadi tahu bahwa setelah pensiun, kita masih bisa berkarya dan bahkan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Slamet.
Lewat program ini, KAI Daop 1 Jakarta menunjukkan kepedulian yang lebih luas terhadap kesejahteraan pekerja—tidak berhenti di masa dinas, tapi berlanjut hingga masa purna tugas.

Semangat ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip employee well-being, di mana setiap pekerja dipersiapkan tidak hanya secara profesional, tetapi juga secara manusiawi untuk menghadapi fase kehidupan berikutnya.
“Pensiun bukan berhenti bekerja, melainkan berpindah arah untuk berkarya dengan cara baru,” demikian pesan yang ingin disampaikan KAI Daop 1 Jakarta melalui program ini.
**Benksu

